Menperin Airlangga: Negara-negara Afrika belajar revolusi industri ke-4 di Indonesia

Jumat, 9 November 2018 10:00 Reporter : Merdeka
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dukung program LCEV. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak pemerintah dan pelaku industri di negara berkembang untuk melihat dan belajar pengembangan revolusi industri ke-4 di Indonesia. Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang telah memiliki peta jalan pengembangan industri 4.0.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan pihaknya telah menetapkan lima industri yang siap mengimplementasikan revolusi industri 4.0 seperti industri otomotif, elektronik, kimia, tekstil serta makanan dan minuman. Dan perwakilan dari negara-negara Afrika telah datang untuk melihat proses penerapan revolusi industri ini.

"Sekarang misalnya ada beberapa orang sudah bisa ikut pelatihan di Indonesia terutama dari negara-negara Afrika misalnya. Kita membuka diri untuk itu, apakah itu di tempat pelatihan ataukah nanti untuk melihat di industri, terutama industri industri yang nanti jadi percontohan untuk industri 4.0," ujar dia dalam Konferensi Regional Pembangunan Industri ke-1 (Regional Conference on Industrial Development/RCID) di Kuta, Bali, Jumat (9/11).

Dia menjelaskan, di kawasan Asia sendiri, masih sedikit negara yang telah memiliki peta jalan semacam ini. "Indonesia sendiri yang sudah membuat roadmap Making Indonesia 2030. Kita menjadi salah satu dari tidak banyak negara Asia yang sudah membuat roadmap. Dan kami juga menyediakan diri beberapa pilot project di Indonesia untuk dilihat oleh negara lain," ungkap dia.

Melalui Konferensi Regional Pembangunan Industri ke-1 yang berlangsung selama dua hari ini, diharapkan banyak negara berkembang yang melihat dan bertukar pikiran dengan Indonesia dalam penerapan industri 4.0.

"Artinya kita mengundang mereka juga untuk melihat. Dan kita sudah bisa memberikan beasiswa kepada negara-negara lain, developing countries, untuk bekerjasama di Indonesia termasuk dalam pengembangan program Indonesia dengan UNIDO (United Nation Industrial Development Organization). Sehingga tidak hanya dinikmati oleh Indonesia tetapi dapat dinikmati oleh negara-negara lain," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini