Menkop UKM: Kredit macet lebih banyak dilakukan pengusaha besar

Kamis, 21 April 2016 17:48 Reporter : Supriatin
Menkop UKM: Kredit macet lebih banyak dilakukan pengusaha besar AA Gede Ngurah Puspayoga. ©blogspot.com

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), AAGN Puspayoga, menegaskan pengusaha besar lebih sering menjadi penyebab kredit macet perbankan tinggi. Dia membantah jika pengusaha kecil disebut penyebab tingginya kredit macet atau non performing loan (NPL).

"Yang kredit macet-macet itu lebih banyak dilakukan yang (pengusaha) besar. Masyarakat kecil justru menunjukkan kelasnya dengan tidak suka main nipu," ungkap Menteri Puspayoga di Ternate, Maluku Utara, Kamis (21/4).

Menteri Puspayoga turut memuji kinerja mantri lapangan atau analis kredit. Mantri lapangan dinilai berhasil mengatasi kredit macet.

"Saya di tiap kunjungan ke daerah selalu harus bertemu dengan mantri ketimbang pimpinan wilayah atau pimpinan cabang. Dan di Ternate ini luar biasa karena berkat merekalah kredit macet KUR bisa nol persen, " ujarnya.

Di Ternate, kata ‎Menteri Puspayoga, pemilik UKM penerima KUR mikro maupun ritel sangat bertanggungjawab. Dana KUR yang diterima betul-betul dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya.

‎Dalam kesempatan yang sama, Pimwil BRI Manado yang menaungi Sulawesi Utara, Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Golontalo, Yosua Pati Hutapea menjelaskan KUR BRI di Ternate pada tahun 2016 ditargetkan mencapai Rp 150 miliar.

Dijelaskannya pada semester pertama‎ 2016 KUR mikro di Maluku Utara sudah terealisasi Rp 62 miliar atau 41 persen dari target semula. KUR mikro yang tersalur di Ternate sendiri sudah mencapai Rp 22 miliar atau 75 persen dari target 2016 sebesar Rp 30 miliar. Sementara di wilayah Manado, penyaluran KUR sudah mencapai Rp 1,25 triliun. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini