Menkop: Struktur Ekonomi Didominasi Usaha Mikro, Itu Artinya Gagal Bangun Industri

Jumat, 30 September 2022 21:00 Reporter : Moh. Kadafi
Menkop: Struktur Ekonomi Didominasi Usaha Mikro, Itu Artinya Gagal Bangun Industri Menkop UKM Teten Masduki. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menginginkan agar usaha mikro atau usaha produktif milik perorangan untuk terus dikurangi jumlahnya. Ke depannya, Menko Teten ingin pengusaha lebih kreatif dan mengandalkan teknologi.

"Tentu kita banyak ide, untuk membangun UMKM kita, supaya dari segi kualitas produksi dan segi kapasitas usaha tidak mengalami stagnasi. Karena, saya sudah pelajari dari bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun, struktur ekonomi kita itu didominasi oleh mikro yang sampai sekarang sekitar 96 persen," kata Menteri Teten, saat memberi sambutan di launching Smesco Hub Timur yang berlokasi di Bali Collection, The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (30/9) sore.

"Kita, ingin mikro kita dikurangi, bukan diperbanyak. Karena, sering saya kalau ketemu kepala daerah laporan ke saya, bagus dan mikronya banyak. Itu, artinya kita gagal membangun sektor ekonomi formalnya. Kita gagal membangun industri, sehingga orang tidak punya pekerjaan, akhirnya bikin warung, bikin bubur, kripik, kerupuk dan lain sebagainya," imbuhnya.

Pihaknya juga menginginkan, adanya peningkatan kualitas produk UMKM dan mulai masuk ke produk-produk yang berbasis kreativitas dan teknologi.

"Kita ingin ada peningkatan kualitas produk kita. Dan sudah mulai masuk ke produk-produk yang berbasis ke kreativitas dan teknologi. Produk kita, bisa bersaing di dalam negeri, kita juga bisa masuk ke pasar luar," ujarnya.

Selain itu, untuk digital ekonomi di Indonesia menurutnya sangat besar dan hari ini sudah sekitar Rp300 triliun rupiah dengan 19,95 juta UMKM.

"Digital ekonomi kita sangat besar, hari ini sekitar Rp 300 triliun lebih. Tapi di tahun 2020 bisa Rp 4.500 triliun rupiah. Jangan sampai UMKM kita hanya jadi penonton.
Hari ini, digitalisasi kita sudah 19,95 juta hampir 20 juta dan target kita 30 juta di tahun 2024. Tapi, saya juga masih sedih karena yang dijual masih mayoritas produk dari impor," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Buka Pasar UMKM

Sementara, terkait launching Smesco Hub Timur pihaknya berterimakasih kepada Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata yang tujuannya untuk menghidupkan ekonomi UMKM di wilayah timur.

"Dan mereka (UMKM) punya akses ke pasar. Bahkan, bukan hanya domestik tapi pasar global dalam bersamaan. Dan juga mereka bisa mendapatkan investasi pengembangan bisnisnya," ujarnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa Bali dijadikan tempat Smesco Hub Timur karena Bali ini, adalah jendelanya Indonesia untuk masuk ke pasar global.

"Mudah-mudahan nanti, seperti yang diharapkan oleh Bapak Gubernur bahwa Bali, ini bukan semata-mata bisnisnya di pariwisata. Supaya tidak terjadi lagi kejadian-kejadian kayak kemarin minus 12 persen ketika pariwisatanya mati. Tapi, Bali bisa menjadi pintu untuk perdagangan Indonesia masuk ke pasar dunia," ujarnya.

"Jadi ide Smesco hub timur ini, sebenarnya (idenya) jauh-jauh hari sebelum kita masuk menjadi negara Presidensi G20. Jadi ini, sekalian ada momentum juga untuk memperkenalkan Smesco hub timur ke negara-negara G20," ujarnya.

Baca juga:
Menteri Teten: Bantuan UMKM Belum Cair karena Keterbatasan Anggaran
Cara Ibu-ibu di Kota Bandung Kurangi Sampah Rumah Tangga, Ubah Baju Bekas Jadi Kebaya
UMKM Perlu Pertajam Analisis Pasar, Caranya?
Tiba di NTT, Iriana Jokowi dan OASE KIM Tinjau Vaksinasi Booster dan Pameran UMKM
PNM Bersama Kemenkop UKM Gelar Pelatihan NIB Kepada Perempuan Ultra Mikro di Manado
Siap-Siap, Bunga Pinjaman UMKM Bakal Naik Tajam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini