Menkop Teten Dorong UMKM Jualan di Media Sosial Beralih ke E-Commerce

Kamis, 9 Juli 2020 12:49 Reporter : Merdeka
Menkop Teten Dorong UMKM Jualan di Media Sosial Beralih ke E-Commerce UKM. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM membidik pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah berjualan melalui media sosial untuk beralih ke marketplace online. Ini perlu dilakukan agar usaha mereka lebih cepat berkembang.

"Kita ingin dorong sasarannya UMKM yang sudah jualan lewat media sosial, kita dorong mereka di market place online, dan banyak kasus para reseller lewat medsos berhasil dan mengalami transformasi menjadi produsen," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dalam webinar, Kamis (9/7).

Pihak Teten mempersiapkan berbagai pelatihan-pelatihan untuk UMKM, seperti webinar, program Kakak Asuh UMKM, dan lainnya untuk menghubungkan dengan ekosistem digital, pembiayaan, dan ekosistem yang memungkinkan UMKM itu tumbuh besar.

Untuk pembiayaan sendiri, Teten menyebut pemerintah sudah membuat kebijakan pemulihan ekonomi nasional untuk membantu koperasi dan UMKM, yang saat ini mengalami penurunan penghasilan karena marketnya rendah.

"Sehingga mereka kesulitan membayar cicilan pinjaman baik itu ke bank, KSP, BPR atau ke BMT, tercatat ada 60,66 juta UMKM yang sudah terhubung ke lembaga pembiayaan formal," ujarnya.

Pemerintah mencoba membantu dengan program restrukturisasi penundaan cicilan selama 6 bulan. Sekaligus bagi UMKM yang membutuhkan modal kerja baru juga disediakan pemerintah, termasuk UMKM yang belum masuk terhubung ke lembaga pembiayaan.

"Program ini akan efektif kalau para UMKM nya sudah mengajukan, untuk penghapusan pajak, dan mengajukan pemberi pinjaman untuk restrukturisasi pinjaman, dan modal kerja baru, jadi silakan, kami akan terus melakukan monitoring bersama OJK mengenai pelaksanaan ini," ujarnya.

Saat ini pihaknya juga sedang menyiapkan inisiatif-inisiatif baru untuk mencari program-program yang lebih efektif, dengan terus mengevaluasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Karena pihaknya mengkhawatirkan bahwa dampak pandemi covid-19 ini berdampak panjang.

"Untuk koperasi juga sama, kami mengetahui banyak koperasi yang mengalami masalah pembiayaan, membutuhkan modal kerja yang murah dengan bunga 3 persen, dan gras periode 6-12 bulan kita harapkan bisa membantu meringankan beban ekonomi koperasi yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Ada KSP, Koperasi produksi, Koperasi syariah, BMT, dan lainnya, silakan nanti akan disalurkan melalui LPDB," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Digitalisasi UMKM...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini