Menko Puan Pastikan Dana Abadi Kebudayaan Sebesar Rp 5 Triliun

Senin, 18 Maret 2019 14:20 Reporter : Arie Sunaryo
Menko Puan Pastikan Dana Abadi Kebudayaan Sebesar Rp 5 Triliun Kemenko PMK Puan Maharani. ©2018 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani menyebut bahwa dana abadi kebudayaan yang disiapkan oleh pemerintah minimal sebesar Rp 5 triliun. Dana tersebut sesuai aspirasi para seniman dan budayawan kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi), sesuai Kongres Kebudayaan Desember lalu.

"Saat ini saya minta agar dicek oleh Mendikbud. Harapannya bisa lebih dari itu, bisa sampai Rp 50 triliun," ujar Puan saat mengisi Kuliah Umum dengan tema 'Inovasi Seni Menuju Indonesia Maju dan Berbudaya di Era Industri 4.0' di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Senin (18/3).

Puan menyampaikan, dana abadi kebudayaan tersebut nantinya akan digunakan untuk menjaga kearifan lokal dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Namun untuk mekanisme pemanfaatan nya, saat ini masih dalam pembahasan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Program bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap perkembangan kebudayaan di dalam negeri. Harapannya minat anak bangsa terhadap kebudayaan bisa tersalurkan," jelasnya.

Puan menambahkan, sebagai bentuk kepedulian pemerintah lainnya terhadap perkembangan kebudayaan di Indonesia adalah rencana pembangunan tempat kesenian sekelas 'opera house' yang ada di Sidney. "Coba bayangkan kalau mahasiswa ISI bisa pentas di situ. Saya juga melihat dedikasi mahasiswa ISI terhadap kesenian dan kebudayaan Indonesia luar biasa," katanya.

Melihat dedikasi tersebut, Puan berjanji ke depan pemerintah akan makin serius memberikan bantuan kepada ISI Surakarta agar makin berkembang.

"ISI harus dibantu agar lebih baik dari sekarang, salah satunya melalui bidik misi. Selain itu, mudah-mudahan dapat tambahan beasiswa-nya. Bagaimanapun juga keberadaan ISI sangat penting karena kalau tidak ada anak muda yang punya dedikasi budaya maka Indonesia pelan-pelan akan tergerus oleh modernisasi," tandasnya.

Menurut dia, kearifan lokal dan kebudayaan tidak boleh dihilangkan pake menyampaikan. Di sinilah ISI mempunyai tanggung jawab untuk memastikan itu. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini