Menko Luhut Ungkap Alasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Perlu Menggandeng China

Jumat, 5 Juni 2020 20:26 Reporter : Sulaeman
Menko Luhut Ungkap Alasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Perlu Menggandeng China Luhut Binsar Panjaitan. ©2020 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, buka suara soal peta kekuatan ekonomi dunia. Menko Luhut menyebut Amerika Serikat masih menjadi jawara dengan kontribusi mencapai 25 persen terhadap perekonomian global.

Diikuti China yang memberikan sumbangsih sebesar 18 persen terhadap ekonomi dunia. Menko Luhut pun berujar bahwa suka tidak suka kekuatan ekonomi China tak bisa diabaikan.

"Anak muda harus tahu nih ekonomi Tiongkok ini hampir 18 persen pengaruhnya ke ekonomi global, kalau Amerika Serikat 25 persen. Anda suka tidak suka, senang tidak senang, mau bilang apapun, Tiongkok (China) ini merupakan kekuatan dunia yang tak bisa diabaikan," kata dia dalam Webinar Gen-Z di kanal Zoom, Jumat (5/6).

Maka dari itu, Menko Luhut meminta masyarakat tidak berpikir sempit terkait kerjasama ekonomi yang dijalin Indonesia bersama China. Apalagi UUD 1945 ditafsirkannya menghendaki negara menganut sistem bebas aktif.

Indonesia, menurutnya, juga seyogyanya mampu menjalin kerjasama yang elok dengan berbagai negara mitra. Tujuan akhirnya ialah menjadi negara yang kuat dalam peta ekonomi dunia dan menutup ruang terjadinya konflik antar negara.

"Maka kita harus berhubungan sama semua negara di dunia untuk buat negara kita. Tidak ada alasan buat permusuhan," terangnya.

Baca Selanjutnya: Potret Pengusaha China di Perekonomian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini