Menko Luhut: Tidak ada impor gas dari Singapura, cuma pertukaran

Selasa, 12 September 2017 12:25 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menko Luhut: Tidak ada impor gas dari Singapura, cuma pertukaran Luhut Binsar Panjaitan. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan akan buka-bukaan mengenai isu yang berkembang luas di media massa. Mulai dari wacana impor gas alam cair (LNG) dari Singapura hingga reklamasi Teluk Jakarta.

"Nanti besok hari Rabu saya akan bikin coffee morning. Saya akan jelaskan semuanya biar tuntas jangan sepotong-potong, nanti tanya-tanya lagi, capek saya," kata Luhut, di kantornya, Selasa (12/9).

Seperti diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menagih realisasi penurunan harga gas kepada para menteri Kabinet Kerja untuk memangkas ongkos produksi industri dalam negeri.

Instruksi Jokowi ini kemudian disebut-sebut diterjemahkan oleh mantan Menteri ESDM tersebut untuk memberikan lampu hijau dilakukannya impor LNG dari konsorsium Singapura dengan harga USD 3,8 per Million British Thermal Units (MMBTU).

Saat ini yang terjadi di lapangan, mayoritas industri masih harus menebus bahan bakar produksinya dengan harga USD 10-USD 11 per MMBTU.

Harga itu disebut jauh lebih murah dibandingkan harus mengangkut LNG dari lapangan gas di kawasan Indonesia Timur.

Wacana kebijakan yang menimbulkan pro dan kontra mengingat Singapura bukanlah negara produsen gas, ditambah lagi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memperkirakan sampai 2035 mendatang ada 60 kargo LNG produksi lapangan gas di dalam negeri yang belum memiliki pembeli.

Menanggapi hal ini, Luhut memungkinkan adanya pertukaran (swap) antara LNG Singapura dengan LNG milik Indonesia. "Rabu, saya akan beri keterangan resmi, tidak ada impor itu, hanya swap. Nanti biar jelas supaya jangan tanya-tanya, saya akan berikan keterangan," pungkasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini