Menko Luhut Soal Avtur RI: Pasti Ada yang Salah, Negara Lain Bisa Lebih Murah

Selasa, 3 Desember 2019 11:55 Reporter : Merdeka
Menko Luhut Soal Avtur RI: Pasti Ada yang Salah, Negara Lain Bisa Lebih Murah Luhut Binsar Panjaitan di Peluncuran Brown To Green Report 2019. ©2019 Humas Kemenko Kemaritiman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mendesak PT Pertamina (Persero) agar tidak memonopoli penjualan avtur di dalam negeri. Menko Luhut pun mengatakan, berbagai instansi pemerintah akan segera berkoordinasi untuk mencegah penjualan avtur tidak dimonopoli oleh satu pihak.

"Paling tidak dua (operator penjualan avtur) lah, jangan satu, jangan monopoli. Di mana-mana monopoli ndak bagus," tegas dia saat Rapat Koordinasi (Raker) Tahunan Kementerian Perhubungan di Grand Mercure Hotel, Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/12).

Tindak ini dilakukan lantaran pemerintah ingin operator lain saling terlibat, sehingga terjadi efisiensi cost dalam penyediaan avtur pada industri penerbangan dalam negeri.

"Kenapa orang (negara) lain bisa lebih murah dari kita? Pasti ada yang salah. Orang lain tidak punya minyak, udara saja impor, kok bisa lebih murah dari kita. Tentu ada yang salah. Sekarang oleh perhubungan, oleh kami semua akan diperbaiki," tutur dia.

Dia pun menyatakan, banyak operator lain di luar Pertamina yang berebut untuk bisa menyediakan pasokan avtur. "Orang rebutan, banyak yang mau. Tinggal nanti Kementerian Perhubungan seleksi mana kira-kira yang memenuhi standar kita juga," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Benarkah Harga Avtur Pertamina Mahal?

Pengamat Energi Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mengatakan, dalam struktur harga avtur Pertamina, terdapat komponen PPN sebesar 10 persen, PPh dan Iuran Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kondisi ini tentunya membuat harga avtur yang dijual Pertamina menjadi lebih tinggi.

Namun jika dibandingkan dengan negara lain, harga avtur Pertamina dinilai masih bersaing. Dia menyebut harga avtur per September 2019 yang dijual di bandara besar beberapa negara seperti Narita Rp14.647,20 per liter, Manila Rp12.206 per liter, Singapura Rp10.853 per liter dan Soekarno HattaRp8.658 per liter.

Menurut Sofyano, meski harga avtur di Singapura tidak dikenakan komponen PPN sebesar 10 persen, PPh dan Iuran Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), tetapi masih lebih murah harga avtur yang dijual Pertamina di Bandara Soekarno-Hatta.

Kemungkinan harga avtur yang dijual Pertamina bisa kembali lebih turun, jika komponen penambahan harga tersebut dihilangkan.

"Pajak dan pungutan tersebut tidak ada di Singapura . Hal ini lah yang bisa membuat harga BBM apapun jadi lebih mahal. Namun demikian kenyataannya dari harga avtur , misalnya pada bulan September 2019 terbukti harga avtur Pertamina tidaklah mahal," tandasnya.

Sofyano menambahkan, pada dasarnya harga jual eceran avtur di Indonesia harus mengacu pada Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 17K/10/MEM/2019 Tanggal 1 Februari 2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakat Minyak Umum Jenis Avtur Yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

"Dan selama ini Pertamina selalu mengikuti keputusan tersebut," lanjut dia.

2 dari 2 halaman

Faktor Pembentuk Harga

Faktor pembentuk harga Avtur juga sangat dipengaruhi volume pembelian dan lokasi bandara. Sebagai contoh, kata dia, penjualan Avtur di Singapura mencapai 14.500 KL per hari dengan lokasi kilang berjarak 10 km yang disalurkan lewat pipa.

Sementara di Indonesia, meski penjualan mencapai 15.000 KL per hari, namun jumlah penyebaran mencapai 68 titik penjualan/DPPU yang tersebar di berbagai daerah.

"Penyaluran avtur di daerah remote dengan volume kecil tersebut yang bisa membuat biaya penyaluran menjadi mahal. Dan ini tidak terjadi di luar negeri, apalagi seperti Singapura. Jadi wajar saja, jika harga agak sedikit di atas Singapura," kata dia.

Sofyano menyatakan, bahwa penyediaan Avtur di seluruh wilayah Indonesia, termasuk area remote, bisa terwujud karena peran Pertamina, sebab, selama ini tak ada swasta yang mau melirik bisnis tersebut, apalagi bersedia melakukan pemerataan distribusi sampai ke wilayah terpencil.

"Importir umum pasti tergiur dalam bisnis avtur. Tetapi mereka hanya berebut Bandara basah, yaitu di Pulau Jawa dan Bali. Mereka enggan apabila disuruh melakukan pemerataan pendistribusian sampai ke ujung provinsi, ujarnya.

Menurut dia, bisa saja impor avtur dibuka namun syaratnya, ada penugasan pemerataan distribusi, importir juga harus menyalurkan ke berbagai area terpencil.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Sering Dituding Buat Harga Tiket Pesawat Mahal, Benarkah Harga Avtur Pertamina Mahal?
Menteri ESDM soal Swasta Mau Jual Avtur: Mau Enggak Main di Pelosok
Pulang dari Korea, Erick Thohir Akan Bahas Mahalnya Harga Avtur Dalam Negeri
Garuda Indonesia soal Peluang Swasta Jual Avtur: Jangan Berandai-andai Lah
Bos Pertamina soal Harga Avtur Mahal di Indonesia: Kita Ikut Formula Pemerintah
Tekan Harga Tiket Pesawat, Menhub Budi Bakal Gelar Rapat Bahas Harga Avtur
Harga Avtur Mahal, Wings Air Tutup 7 Rute Menuju Indonesia Timur

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini