Menko Luhut: Pariwisata Domestik di Bali Mulai Dibuka karena Sebagian Zona Hijau

Kamis, 30 Juli 2020 20:30 Reporter : Moh. Kadafi
Menko Luhut: Pariwisata Domestik di Bali Mulai Dibuka karena Sebagian Zona Hijau Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan. ©2020 Merdeka.com/Moh Khadafi

Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Wishnutama Kusubandio, menghadiri acara Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, Digitalisasi Pariwisata Berbasis Qris, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (30/7).

Luhut dalam sambutannya menyinggung soal dibukanya pariwisata nusantara atau domestik di Pulau Dewata, pada Jumat (31/7) besok. Luhut menyebut bahwa hari ini adalah hari bersejarah karena bertepatan dengan dibukanya pariwisata domestik di Pulau Bali semenjak adanya pandemi Covid-19.

"Hari ini, menurut saya bersejarah karena agak sering Bapak Gubernur saya telepon. mengenai kesiapan Bali. Kita, membuka Bali ini bukan asal dibuka dan semua itu berangkat dari pada berupa jumlah yang infeksi, berapa jumlah yang sembuh dan seterusnya, itu menjadi acuan," kata Luhut.

Menurut Luhut, acuannya adalah zona Covid-19. Apakah, di Bali zona merah, kuning atau hijau. Namun, menurutnya hampir sebagian besar di Bali adalah zona hijau, dan hanya satu daerah zona kuning.

"Apakah dia masuk zona merah, kuning atau hijau. Itu yang kita menjadi acuan. Kalau hari ini, kita bisa lakukan ini karena Bali menurut saya, hampir beberapa daerah sudah hijau. Ada yang masih kuning tapi tidak ada yang merah," ujarnya.

"Tapi kalau sampai ada yang merah bukan tidak mungkin Bali akan ditutup. Oleh karena itu, kerjasama semua penting. Jadi tidak boleh satupun merasa diri paling penting dalam hal ini. Kita harus tim work menyelesaikan masalah ini," imbunya.

1 dari 2 halaman

Jaga Protokol Kesehatan

kesehatan rev1

Luhut menerangkan bahwa untuk saat ini persoalan kesehatan sangat penting. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. "Jangan, sampai ditawar-tawar tidak perlu lebay kata orang Jakarta, berlebihan. Tetapi, kita harus tau menjaga jarak, kemudian cuci tangan dan pakai masker, itu betul-betul dilakukan," ujarnya.

"Dalam daerah yang banyak manusianya, hindari betul jangan sampai tidak pakai masker. Dan ini, bukan hanya tugas Polri, TNI, Pecalang. Semua, harus bahu-membahu untuk menegakkan disiplin ini, tanpa disiplin ini, Covid-19 tak akan terkendali dan akan berdampak pada ekonomi. Oleh karena itu, petinggi-petinggi di daerah, saya minta untuk betul-betul kompak gotong royong untuk melaksanakan ini," sambungnya.

Luhut juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah mempunyai APBN dan stimulus. Kemudian, Presiden Joko Widodo meminta untuk digunakan di dalam negeri sendiri.

"Presiden, memerintah kepada kami semua barang (dana) ini, sejauh mungkin digunakan di dalam negeri. Belanja-belanja semua di dalam negeri. Kita, jangan mengimpor-impor yang masih kita (bisa) tertibkan atau produksi dalam negeri. Dan itu, menciptakan lapangan kerja dan juga memaksa kita untuk mencari teknologi untuk itu," ujarnya.

Menurut Luhut, dengan adanya kebijakan itu, kini rapid tes sudah bisa diproduksi di dalam negeri oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Dan, akurasinya 90 persen lebih. Harganya hanya Rp 75 ribu dan itu angka bisa lebih turun. Karena, keadaan kita terpaksa, sekarang bisa terbitkan itu. Dan itu wajib hukumnya, kita tidak impor lagi rapid test," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Sadar Impor Obat-obatan

obat obatan rev1

Dia juga mengatakan, dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Pihaknya, juga baru sadar bahwa 90 persen lebih Indonesia mengimpor obat-obatan.

"Kita selama ini, baru sadar bahwa 90 persen lebih kita impor obat-obat (itu) hulunya. Begitu, India lockdown kita tidak bisa impor dari India. Kita waktu itu, kalau bisa katakan pada anda, kita juga hampir panik karena darimana obat yang kita bisa dapat," ujarnya..

"Saya Minggu lalu, dari Bayuwangi itu sudah memproduksi paracetamol. Ini ujung dari pada obat yang lain, yang berpuluh-puluh tahun itu, kita impor saja. Jadi, dari keadaan Covid-19 ini kalau kita lihat ada menguntungkan kita melakukan reformasi dalam semua bidang, yang membuat negara kita jauh lebih efisien daripada yang lalu," terangnya.

Selain itu, juga dengan adanya pandemi Covid-19, dan tidak bisa kontak langsung. Maka, saat ini dibuat digital live yang membuat lebih efisien dalam menentukan kebijakan di Pemerintah.

"Dengan digital live kita gunakan virtual meeting. Virtual meeting dalam mengambil keputusan sangat efisien. Ini, saya kira hal yang penting dan efisien dalam semua lini. Dan sekarang harus membuat karena terpaksa, ini akan kita bawa terus ke depan sebagai cara-cara hidup kita," ujar Luhut. [idr]

Baca juga:
Menko Luhut & Menkes Terawan Hadiri Pembukaan Wisata Domestik di Bali
Sejuk nan Asri, Ini Potret Wisata Kampung Sawah yang Ramah Lingkungan
Unik dan Eksotik, Ini Deretan Pemandian Air Panas yang Hanya Ada di Sumut
Deretan Saran Pengusaha Kembalikan Permintaan Sektor Pariwisata
Tingkat Keterisian Hotel di Bali per Juli Hanya 1 Persen, Terparah Se-Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini