Menko Luhut: Dunia Hadapi Banyak Tantangan, Hubungan China dan Eropa Tidak Bagus

Rabu, 30 November 2022 09:22 Reporter : Merdeka
Menko Luhut: Dunia Hadapi Banyak Tantangan, Hubungan China dan Eropa Tidak Bagus Luhut Pandjaitan. ©2022 Merdeka.com/Alma Fikhasari

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan situasi ekonomi 2023 bakal semakin berat. Menurut dia, ekonomi global pada tahun depan berpotensi melambat hingga ke level 1,1-2,8 persen. Salah satunya akibat hubungan geopolitik antar negara yang memanas.

"Dunia ini masih akan menghadapi banyak tantangan, kalau kita lihat ini mulai deteriorating relation between China dengan Uni Eropa, hubungan China dengan Eropa itu enggak bagus," ujar Luhut dalam acara Wealth Wisdom di Pacific Place, Jakarta, dikutip Rabu (30/11).

Tak hanya hubungan bilateral antara China dan Eropa, Luhut menyebut relasi Negeri Tirai Bambu dengan Taiwan pun akan semakin memanas.

"China sendiri juga punya masalah. Anda lihat ini yang perlu kita sikapi juga karena policy dia itu masalah juga. China zero Covid Policy tadi yang banyak ditentang," imbuh Luhut.

Di samping masalah geopolitik, situasi ekonomi global pun dihadapkan pada pengetatan agresif suku bunga acuan bank sentral negara-negara maju, guna menahan lonjakan inflasi dan ancaman resesi.

"Pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat pada 2023. Jadi kalau kita lihat ini global economic growth projection, kalau keadaan memburuk bisa begini turun (1,1 persen), tapi kalau confidence kita kira-kira 2,7 persen," terang Luhut.

2 dari 2 halaman

Harga Komoditas Makin Mahal

Situasi yang semakin parah tersebut bakal turut berimbas terhadap kenaikan harga komoditas akibat rendahnya permintaan. Ditandai dengan harga minyak mentah dunia yang juga telah anjlok sekitar 2 persen.

Hal itu tentunya akan turut mempengaruhi kinerja ekspor/impor di Indonesia, dan berimplikasi pada menurunnya kinerja industri berorientasi ekspor di Tanah Air. Ini berpotensi mengikis pendapatan kelas pekerja.

Mengatasi kondisi tersebut, Luhut menyatakan, pemerintah akan fokus mendorong pemasukan investasi ke dalam negeri. Dia berujar, sudah ada komitmen investasi senilai USD 30,9 miliar yang antri untuk bisa direalisasikan mulai 2023 mendatang.

"Kita masih punya di pipeline ada USD 30 miliar, jadi kita enggak ada masalah sebenarnya ini. Yang besar kita punya proyek yang besar di Kalimantan Utara, itu ada nanti hydropower, petrochemical terbesar di dunia, produksi 265 giga watt untuk mobil listrik setara 3 juta mobil listrik, alumunium, dan seterusnya," paparnya.

Luhut meyakini kinerja perekonomian Indonesia 2023 masih akan terjaga. Bahkan, dia optimistis pada 2045 Indonesia masih bisa menjadi negara maju.

"Kita 2023 ini tentu masih akan hadapi tantangan dan risiko yang harus kita manage, karena investmen masih bagus Indonesia akan steady, bukan saya peramal, tapi saya yakin 2045 kita akan jadi high income country," tandas Luhut.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Jokowi: Tahun Depan Jauh Lebih Sulit, Kita Harus Kerja Lebih Keras Lagi
Fahri Hamzah Sindir Kapitalisme Serakah akan Buat Krisis Makin Akut
Jokowi: Harga-Harga Naik Dua Kali Lipat di Negara Lain, di Indonesia Bisa Kendalikan
Tak Lagi Pakai Dolar AS, Ghana Beli Minyak Pakai Emas
Sri Mulyani: Waspada di 2023, Ekonomi Global Sangat Bergejolak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini