Menko Luhut Buat Tim Khusus untuk Pembebasan Lahan Proyek Tol Cisumdawu

Kamis, 17 Juni 2021 10:45 Reporter : Anisyah Al Faqir
Menko Luhut Buat Tim Khusus untuk Pembebasan Lahan Proyek Tol Cisumdawu Luhut Panjaitan. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan membentuk tim khusus untuk mengurus sejumlah hambatan dalam proyek pembangunan tol Cisumdawu, Semarang-Demak, dan exit tol KIT Batang. Sebab, dalam prosesnya ditemukan sejumlah kendala seperti isu tanah musnah di tol Semarang-Demak, dan mekanisme penyerahan tanah kepada PUPR di exit tol Kawasan Industri Terpadu (KIT) KIT Batang.

Pada lahan tol Cisumdawu terdapat overlapping kawasan hutan dengan tanah warga, tanah kas desa, dan tanah adat. Termasuk dengan perizinan terkait lahan perhutani. Luhut meminta masalah ini harus segera diselesaikan agar tidak mengganggu jadwal yang telah ditetapkan.

"Perlu percepatan terkait kajian pemberian izin penggunaan kawasan hutan, mengingat target selesai konstruksi yang sudah ditetapkan," kata Luhut dalam keterangan persnya, Jakarta, Kamis (17/6).

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto melaporkan, tanah wakaf dan tanah kas desa hingga saat ini belum bebas. Alasannya karena proses penilaian yang telah dilakukan dianggap sudah outdated (dilakukan pada 2012), sehingga diperlukan diskusi lebih lanjut terkait ketentuan penilaian ulang.

Perkembangan pembebasan lahan dan konstruksi di tol Cisumdawu, terdapat beberapa lahan yang sudah bebas, namun belum dapat dikonstruksi. Makanya Luhut instruksikan aparat penegak hukum dapat melakukan pendekatan dan penertiban di lokasi.

Baca Selanjutnya: Tol Semarang Demak...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini