Menko Luhut beberkan dampak kebakaran hutan, bisa buat ekonomi mati

Senin, 14 Maret 2016 14:33 Reporter : Etika Widya Kusumadewi
Menko Luhut beberkan dampak kebakaran hutan, bisa buat ekonomi mati Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan kembali bicara soal kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah Indonesia pada 2015 silam. Sekitar 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, dan ini tidak hanya mengganggu kesehatan warga yang tinggal disekitarnya tetapi juga mempengaruhi ekonomi negara.

Menurut Luhut, kebakaran hutan sangat memukul perekonomian bangsa. Pemerintah sendiri menghabiskan dana Rp 761 miliar hanya untuk mengatasi kebakaran ini.

"Saya ingin memulai dengan mengevaluasi apa yang terjadi di 2015, mengingatkan lagi dampak 2015 cukup banyak ke ekonomi kita. Pemerintah menghabiskan dana Rp 761 miliar," ujar Luhut saat rapat koordinasi terkait penanganan lahan gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/3).

Estimasi kerugian perekonomian Indonesia secara keseluruhan karena kebakaran hutan diperkirakan mencapai satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Ekonomi bisa tidak jalan, shut down," tambahnya.

Menkopolhukam selaku penanggung jawab pusat atas kebakaran hutan dan lahan, menegaskan akan melakukan pencegahan serta pengendalian hutan dengan melibatkan dana desa.

"Usulan agar dana desa digunakan sebagai mekanisme reward dan punishment," imbuh Luhut.

Luhut menjelaskan, dana desa nantinya bisa digunakan sebagai insentif berupa penambahan jumlah nominal dana desa bila pemerintah daerah terkait berhasil menjaga wilayahnya dari kebakaran hutan dan lahan. Sedangkan punishment (sticks) adalah pemotongan jumlah nominal dana desa apabila pemerintah setempat gagal menjaga wilayahnya dari kebakaran hutan dan lahan.

Dana desa yang ditransfer ke daerah dari tahun ke tahun semakin meningkat. Terlihat dari alokasi dana desa pada tahun 2015 sebesar 20.8 triliun menjadi 47.0 triliun di 2016.

"Punishment, jika ditemukan (pegawai) lelet, tidak tanggap akan ada tindakan yg jelas," ujar Luhut.

Selain itu, Luhut juga meminta pengusaha- pengusaha yang berada di kawasan rentan kebakaran juga ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan semakin parah.

"Saya minta di lahan gambut, gubernur, bupati memanfaatkan usulan dana desa. Dan pengusaha di daerah juga harus ikut," tutup Luhut. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini