Menko Luhut: 81 Persen Industri Sawit Tak Penuhi Ketentuan yang Berlaku

Jumat, 23 Agustus 2019 14:17 Reporter : Merdeka
Menko Luhut: 81 Persen Industri Sawit Tak Penuhi Ketentuan yang Berlaku luhut panjaitan di indonesianisme summit 2019. ©2019 Humas Kemenko Maritim

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan sebanyak 81 persen industri sawit tak mematuhi pengelolaan sawit yang benar. Hal itu dia sampaikan di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta Pusat saat menghadiri rapat soal pengelolaan kebun kelapa sawit.

"Hasil bank dunia, maupun BPK sama angkanya, kira-kira 81 persen itu tidak memenuhi ketentuan yang berlaku baik mengenai jumlah luasan, area, ISPO, plasmanya. Ada 5-6 kriteria yang tadi disampaikan anggota BPK Rizal itu tidak dipenuhi," tuturnya di Jakarta, Jumat (23/8).

Sementara itu, Anggota IV BPK Rizal Djali mengungkapkan, pelaksanaan perkebunan sejak 1980 hingga saat ini masih terdapat berbagai persoalannya yang perlu dibenahi. Itu seperti hak guna usaha yang belum dimiliki.

Kedua, terkait plasma yang harusnya dibangun namun belum dibangun. Ketiga, terkait tumpang tindih usaha perkebunan dengan pertambangan. Kemudian adanya beberapa usaha perkebunan yang juga menggarap kawasan di luar kawasan yang seharusnya dibudidayakan.

"Kemudian juga ada perusahaan yang menggunakan yang melaksanakan perkebunan itu di atas hutan konservasi, hutan lindung dan bahkan taman nasional. Itulah persoalan yang muncul saya terus terang tidak mau menyebut satu demi satu perusahaannya, sudah pada tahu bahwa semua perusahaan ini terdaftar di bursa," ujarnya.

"Untuk itu kami sudah membuat rekomendasi kepada pemerintah tadi sudah saya serahkan, saya mengusulkan tadi supaya melibatkan pak kapolri dan kejaksaan agung karena ada di dalam UU kehutanan dan UU perkebunan itu yang terkait dengan pidana. Saya harap penyelesaian tetap menjamin kepastian penerimaan negara," kata dia.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini