Menko Luhut: 51 persen saham Freeport tidak ada tawar menawar

Selasa, 17 Oktober 2017 13:32 Reporter : Siti Nur Azzura
Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan berkunjung ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) dalam rangka pertemuan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) pada pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut juga bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Louis Ross untuk membicarakan perihal perdagangan antara Indonesia-Amerika. Salah satunya, membahas mengenai hasil negosiasi Freeport di Indonesia.

"Dia (Wilbur Ross) tanya soal Freeport bagaimana. Saya jelaskan, saya sudah berkoordinasi dengan Menteri ESDM (Ignasius Jonan) dan Sri Mulyani (Menteri Keuangan). Jadi 51 persen saham itu tidak ada tawar menawar. Itu sudah jadi hak pemerintah Indonesia. Hanya prosesnya saja mungkin yang kita lakukan berapa lama. Apakah selesai 2019 atau 2021," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (17/10).

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa pembangunan smelter sudah menjadi kewajiban Freeport. Sebab, hal ini sudah diatur dalam Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterima oleh PT Freeport Indonesia.

"Soal smelter tidak ada diskusi. Mengenai pengelolaan, begitu sudah 51 persen maka sepenuhnya ada di tangan Indonesia. Mereka (AS) tidak masalah," imbuhnya.

Luhut menambahkan, dirinya juga sempat bertemu dengan Presiden and CEO Freeport McMoRan Inc Richard C. Adkerson. Sayangnya, mereka tidak membicarakan soal Freeport secara spesifik.

"Saya ketemu Adkerson di UCIndo, tapi saya tidak bicara spesifik sama dia. Saya ketemu dan ngobrol soal Freeport ke Wilbur Ross. Dia tidak ada pertanyaan lagi kok ke saya," tegas Lu [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini