Menko Darmin Soal Neraca Dagang Surplus: Kerja Keras Masih Belum Cukup

Jumat, 15 Maret 2019 14:20 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menko Darmin Soal Neraca Dagang Surplus: Kerja Keras Masih Belum Cukup Darmin Nasution. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Februari 2019 mencatatkan surplus sebesar USD 0,33 miliar. Surplus ini terjadi karena impor yang menurun tajam menjadi USD 12,2 miliar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, masih butuh kerja keras untuk meningkatkan neraca dagang. Sehingga ke depan, neraca dagang bisa konsisten surplus hingga akhir tahun.

"Jadi kelihatannya kerja kerasnya masih belum cukup artinya masih perlu bekerja lebih keras lagi untuk membuat satu ya neraca perdagangan dan neraca berjalannya bisa lebih konsisten lebih baik," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/3).

Menko Darmin melanjutkan, pihaknya akan mengupayakan surplus neraca perdagangan tidak memberatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, jika neraca perdagangan surplus karena impor turun namun ekspor tak naik maka bisa memberatkan.

"Kalau saya lihat impornya yang turunnya agak banyak itu adalah karena komposisinya juga sudah berubah banyak. Konsumsi kita hanya 8,2 persen saja. Sisanya bahan baku dan barang modal termasuk musim," jelasnya.

"Jadi situasi ini ya kita bukan hanya bagaimana menaikkan ekspor jadinya tapi juga supaya kita harus bisa jaga pertumbuhan sehingga ya impornya tidak merosot secara banyak." sambungnya.

Menko Darmin menambahkan, penyebab impor turun di Februari sebagian besar dipengaruhi oleh musim. Untuk pembangunan infrastruktur yang mengandalkan bahan impor, sebagian besar masih berjalan dengan baik.

"Sebetulnya tadinya kalau demand karena pembangunan infrastruktur kayaknya masih jalan sehingga impor untuk itu masih berjalan. Tapi kalau saya lihat impor yang turunnya agak banyak itu musim musim," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini