Menko Darmin sebut sektor perkebunan RI belum miliki rencana matang

Kamis, 2 Maret 2017 15:48 Reporter : Syifa Hanifah
Menko Darmin sebut sektor perkebunan RI belum miliki rencana matang Darmin Nasution. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sampai saat ini Indonesia belum membangun mekanisme strategi dan sinergi dalam sektor perkebunan. Bahkan, sejak Indonesia merdeka belum ada perencanaan yang matang di sektor perkebunan.

"Namun, memang ada satu hal yang perlu ditandai mengenai komoditas perkebunan ini. kelihatannya, kita sejak merdeka pun belum berhasil membangun satu mekanisme dan sinergi dalam perekonomian kita. Sehingga yang terjadi adalah perkebunan itu kental dengan standar dan skala usaha rakyat," ujar Darmin di kantornya, Jakarta, Kamis (2/3).

Darmin menegaskan saat ini Indonesia masih mengalami krisis perkebunan. Untuk itu, perlu ada mekanisme dan sinergi yang tepat di dalam perekonomian nasional.

"Tanpa kelembagaan dan mekanisme yang menghasilkan bibit yang baik, perkembangan perkebunan tidak dapat berkembang dengan pesat. pemerintah memiliki peranan untuk membentuk standar pembibitan yang baik," katanya.

Kemudian, Darmin meminta agar petani lebih kreatif dalam hal pemasaran. Namun, saat ini Indonesia masih mengandalkan ekspor hasil kebun mentahan tanpa diolah dan ini yang justru menurunkan nilainya.

"Selanjutnya adalah pasca-menghasilkan. Kita terus terang saja, selama puluhan tahun ini masih terlalu banyak andalkan ekspor mentah-mentah. Sudah harga dan nilai tambah tidak bagus," imbuhnya.

Kendati demikian, ada beberapa subsektor perkebunan sudah mulai membaik seperti kelapa sawit dan karet. "Beberapa komoditi perkebunan yang sangat didrive oleh konsumsi karena dia terkait erat dengan pangan, maka sebetulnya tidak merosot sejauh hasil produk perkebunan yang merupakan bahan mentah untuk industri secara umum bukan pangan," pungkasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini