Menko Darmin sebut perluasan penggunaan B20 bakal kurangi impor BBM

Jumat, 13 Juli 2018 09:58 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menko Darmin sebut perluasan penggunaan B20 bakal kurangi impor BBM Darmin Nasution. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut bahwa perluasan penggunaan campuran biodiesel 20 persen atau B20 ke sektor non public service obligation (PSO) akan diterapkan usai pemerintah merampungkan pembahasan Peraturan Pemerintah terkait penggunaan biodisel. Kebijakan tersebut bakal diteken dalam waktu dekat.

"Kita mau memperluasnya, mau masuk ke non-pso. Harus ada yang diubah. Tapi dalam waktu cepat kita percaya akan bisa mengubah itu, antara lain Perpres, hanya satu atau 2 pasal. Sehingga kita memperkirakan tidak akan lama," ujar Menko Darmin di Jakarta, Kamis (12/7) malam.

Perluasan B20 selama ini terganjal karena adanya perubahan pada Peraturan Presiden 61 Tahun 2015 Tentang Penghimpunan Dana Perkebunan. Setelah peraturan ini nantinya ditandatangani, pemerintah berharap impor BBM dapat berkurang.

"Setelah itu, kita berharap, impor BBM kita akan berpengaruh atau berkurang. Walaupun belum hilang. Jadi, nanti setelah digabung dengan bidang pariwisata dan perindustrian, dalam waktu tidak lama kita akan menekan, sehingga defisit itu bisa hilang. Tapi tentu tidak serta merta," jelasnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut berharap penggunaan B20 ke depan tidak lagi setengah-setengah. Ke depan, penggunaan B20 ini nantinya akan diperluas untuk pembangkit listrik tenaga diesel, alat berat pertambangan dan otomotif.

"Itu akan mengurangi penggunaan solarnya, karena dicampur dengan CPO. Pihak lain, kalau B20 itu sudah berjalan penuh, tidak setengah-setengah seperti sekarang, harga CPO juga bisa membaik," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini