Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Sesuai Target Meski Pertumbuhan Global Dipangkas

Senin, 11 Maret 2019 12:24 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Darmin: Pertumbuhan Ekonomi RI Sesuai Target Meski Pertumbuhan Global Dipangkas Darmin Nasution. ©Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini tidak akan terpengaruh dengan laju pertumbuhan ekonomi secara global. Meski pertumbuhan ekonomi global dipangkas, dia tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap sesuai target yakni 5,3 persen

Seperti diketahui, International Monetery Fund (IMF) secara sederhana memangkas perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,5 persen dari sebelumnya yakni 3,7 persen. Sementara, di 2020, dari 3,7 persen menjadi 3,6 persen.

Menko Darmin mengatakan, salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi saat ini masih dipengaruhi oleh perkembangan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dimulai dan akan terus jalan. Sehingga, dipastikan upaya pemangkasan yang dilakukan oleh IMF tidak berpengaruh besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Beda dengan kalau belum ada investasinya bisa jadi akan terpengaruhi. Tetapi karena ini hanya melanjutkan ya pertumbuhan ekonomi kita tidak akan beda banyak dengan perkiraan. Walaupun ekonomi dunia melambat atau apa," kata Menko Darmin saat ditemui di Pasific Place, Jakarta, Senin (11/3).

Menko Darmin membeberkan, selain perkembangan infrastruktur, faktor lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi RI di tahun ini adalah konsumsi masyarakat dan investasi. Sementara di sisi ekspor sendiri, pemerintah masih berupaya untuk terus menggenjot.

"Tentu ekspor kita sedang berupaya saya belum berani mengatakan ekspornya," imbuh Darmin.

Darmin menambahkan, sebetulnya untuk ekspor sendiri masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Apalagi dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang kemudian secara otomatis berdampak pada ekspor Indonesia.

"Terutama sebenarnya ekspor kita itu dipengaruhi perang dagang karena ekspor kita itu nomor satu ke China nomor dua ke Amerika. Dua-duanya sedang mengalami perlambatan gara-gara perang dagang ya dampaknya ya kena ke kita di ekspor," pungkasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini