Menko Darmin: Eksportir Tak Perlu Khawatir soal Pelemahan Dolar AS

Jumat, 13 September 2019 14:37 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Menko Darmin: Eksportir Tak Perlu Khawatir soal Pelemahan Dolar AS dolar AS. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebut nilai tukar Rupiah mengarah pada tren penguatan. Melihat kondisi ini, eksportir diminta untuk tidak khawatir karena pelemahan Dolar AS bisa menggerus pendapatan mereka jika dikonversi ke mata uang dalam negeri.

"Ya arahnya memang begitu. Belum apa-apa sudah khawatir," kata Menko Darmin di kantornya, Jumat (13/9).

Mantan Gubernur BI tersebut menjelaskan, eksportir tidak perlu khawatir dengan menguatnya nilai tukar, sebab level saat ini dinilai masih kompetitif.

Mengutip Bloomberg, Rupiah dibuka di level Rp13.930 saat pembukaan. Rupiah menguat tipis dibanding penutupan kemarin pada level Rp13.994 per USD. Namun Rupiah mulai bergerak melemah usai pembukaan.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.950 per USD. Menguat jika dibandingkan dengan patokan pada tanggal (12/9) yang ada di angka 14.052 per USD.

Dia mengungkapkan penguatan Rupiah dinilai mengkhawatirkan jika mencapai level Rp13.300-13.400 per USD. Level ini lah yang terjadi pada Januari 2018.

"Kita itu kan awal 2018 kurs itu Rp13.400-13.500, masa sekarang Rp14.000 atau dekat-dekat Rp13.900 sudah khawatir? Kalau sudah Rp13.400 atau Rp13.300 boleh khawatir," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini