Menko Darmin: Dunia Aneh Sekali, Putri Pendiri Huawei Ditangkap Malah Goyang Dunia

Jumat, 7 Desember 2018 13:52 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menko Darmin: Dunia Aneh Sekali, Putri Pendiri Huawei Ditangkap Malah Goyang Dunia Darmin Nasution. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Jumat (7/12). Pagi ini, Rupiah dibuka di level Rp 14.525 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.520 per USD.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu oleh penangkapan putri pendiri telekomunikasi China Huawei, Meng Wanzhou. Pasar langsung merespons kejadian ini.

"Ya memang dunia ini aneh sekali, ada CFO nya Huawei ditangkap malah goyang dunia, ini aneh-aneh saja," ujar Menko Darmin saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (7/12).

Meski demikian, Menko Darmin mengatakan, ruang penguatan Rupiah masih akan terus terjadi hingga akhir tahun. Pemerintah saat ini terus berupaya menjaga kepercayaan investor menanam dana di Indonesia.

"Tetap ada. Yang penting kita pelihara confident dari market, bikin kebijakan untuk vokasi, kemudian untuk ekspor, nanti ekspor apa, pelan-pelan lah satu-satu kita pelihara iklim dan confidentnya nanti lama-lama menguat." tandasnya.

Sebelumnya, Otoritas Kanada dikabarkan menangkap putri dari pendiri raksasa telekomunikasi China Huawei, atas permintaan penegak hukum Amerika Serikat (AS).

Meng Wanzhou, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan dan Wakil Direktur Huawei, ditangkap di Kota Vancouver, Kanada, pada 1 Desember 2018, kata Kementerian Kehakiman Kanada.

Dikutip dari BBC pada Kamis (6/12/2018), Meng telah masuk dalam daftar pencarian hukum AS sejak beberapa bulan terakhir, dan penangkapannya di Kanada akan berlanjut dengan ekstradisi ke Negeri Paman Sam sesegera mungkin.

Huawei mengatakan pihaknya memiliki sedikit informasi tentang penangkapan tersebut, dan mengklaim tidak tahu apa kesalahan yang dilakukan Meng.

Dikabarkan bahwa Meng--putri pendiri Huawei Ren Zhengfei--ditahan saat melakukan transit penerbangan di Bandara Internasional Vancouver.

Dia akan menghadapi pemeriksaan jaminan pada Jumat, 7 Desember 2018, kata juru bicara Kementerian Kehakiman Kanada.

Pihak berwenang Kanada menolak untuk membeberkan lebih jauh tentang kasus ini, yang mengutip permintaan dari tim kuasa hukum Meng via pengadilan setempat.

Di lain pihak, banyak outlet media AS melaporkan bahwa Huawei sedang diselidiki atas potensi pelanggaran sanksi Negeri Paman Sam terhadap Iran.

Anggota parlemen AS juga berulang kali menuduh perusahaan itu mengancam keamanan nasional, dengan alasan bahwa teknologinya dapat digunakan untuk aktivitas mata-mata oleh pemerintah China.

Dalam sebuah pernyataan, Huawei mengatakan pihaknya mematuhi "semua hukum dan peraturan yang berlaku di mana ia beroperasi, termasuk undang-undang dan peraturan kontrol ekspor dan sanksi yang berlaku dari PBB, AS dan Uni Eropa".

Huawei juga menegaskan bahwa pihaknya meyakini sistem hukum Kanada dan AS, pada akhirnya, akan mencapai kesimpulan yang adil. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini