Menko Airlangga Sebut Pengesahan RUU Omnibus Law Bisa Tarik Investasi Rp100,9 Triliun

Kamis, 16 Juli 2020 12:25 Reporter : Merdeka
Menko Airlangga Sebut Pengesahan RUU Omnibus Law Bisa Tarik Investasi Rp100,9 Triliun Menko Airlangga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa RUU Omnibus Law bisa kembali menghidupkan kembali perekonomian Indonesia. Dengan pengesahan aturan tersebut, diharapkan bisa menarik investasi asing sebesar USD 6,9 miliar atau Rp100,9 triliun (USD1=Rp14,623).

"Kami berharap rancangan undang-undang ini bisa diratifikasi secepat mungkin, dan ini bertujuan untuk menerapkan reformasi struktural yang mendalam," kata Menko Airlangga dalam Indonesia Economic Prospect Report, secara virtual, Kamis (16/7).

Menurutnya RUU Omnibus Law merupakan suatu langkah yang tepat, dan memberikan banyak keuntungan dan manfaat bila aturan tersebut dapat disahkan dengan cepat.

"Berbagai benefit atau manfaat yang telah diidentifikasi oleh pemerintah yang juga didasari dari kajian IEP Bank dunia, pertama akan mendorong atau mengirimkan sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis," ujarnya.

Airlangga optimis, dengan membuka atau mengangkat pembatasan terhadap bisnis, bisa menarik USD 6,9 miliar dalam investasi, dan meningkatkan partisipasi perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia di dalam rantai nilai regional.

Selain itu, implementasi undang-undang ini bisa meningkatkan persaingan daya saing dan meningkatkan ranking bisnis.

"Pandemi covid-19 ini menciptakan momentum bagi reformasi ekonomi, dan struktural untuk mengubah dari bisnis offline menjadi online, dan juga meningkatkan digitalisasi dari perekonomian dan kegiatan sosial," katanya.

1 dari 1 halaman

Bisnis Harus Adaptif

adaptif rev2

Menko Airlangga melihat bahwa bisnis harus jauh lebih adaptif ke arah transformasi digital, dan berfokus pada cara-cara digitalisasi. Sebab, dibutuhkan upskilling masyarakat agar kembali bisa bekerja.

"Menurut laporan, pasar tenaga kerja cenderung mengarah pada high skill able, dan atas alasan tersebut kartu prakerja yang di insentif pemerintah ini merekomendasikan upskilling melalui pelatihan jangka pendek, lebih dari 3.550 pelatihan," ujarnya.

Airlangga mengajak komunitas pelaku usaha bisnis untuk menikmati fasilitas-fasilitas, yang telah disediakan oleh pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia ke depannya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pulihkan Ekonomi, Bank Dunia Sarankan RI Lakukan Reformasi 3 Hal Ini
Ada Demo RUU Cipta Kerja di DPR, Polisi Imbau Terapkan Protokol Kesehatan
Ratusan Mahasiswa di Tasikmalaya Demo Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja
Apindo Nilai UU Omnibus Law Lebih Penting Ada Saat ini Dibanding Program Vokasi
Aksi Mapala Demo

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini