Menko Airlangga Sebut Masih Ada Sinyal Positif Ekonomi Dalam Negeri, Ini Rinciannya

Kamis, 22 Juli 2021 13:30 Reporter : Idris Rusadi Putra
Menko Airlangga Sebut Masih Ada Sinyal Positif Ekonomi Dalam Negeri, Ini Rinciannya Menko Airlangga. Istimewa ©2021

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa masih terdapat sinyal positif perekonomian dalam negeri di masa pandemi ini. sinyal positif tersebut terlihat dari sisi permintaan maupun penawaran.

Salah satu indikator yang menjadi sinyal positif adalah neraca perdagangan yang telah mengalami surplus lebih dari USD 21 miliar pada tahun 2020 dan terus mengalami surplus hingga saat ini. Selain itu, Foreign Direct Investment juga telah mencapai sekitar USD 7,6 miliar pada kuartal pertama tahun 2021, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 6,7 Miliar.

"Capaian ini mencerminkan kepercayaan berkelanjutan dari komunitas investor global," ucap Airlangga Hal itu dalam webinar yang diselenggarakan oleh Eurocham bertajuk 'Percepatan Pemulihan Ekonomi melalui Reformasi Struktural' dikutip di Jakarta, Kamis (22/7).

Meskipun dengan adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat yang diberlakukan saat ini, proyeksi pertumbuhan dari sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia, IMF dan OECD untuk tahun 2021 masih memberikan pandangan optimis dan menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,3 persen menjadi 4,9 persen dan dari 5,0 persen menjadi 5,8 persen pada tahun 2022.

Airlangga menegaskan bahwa fokus Pemerintah selalu melindungi pekerja, perusahaan, UMKM, dan dampak negatif ekonomi akibat pandemi dengan menciptakan iklim bisnis dan investasi yang lebih baik.

"Selain menciptakan iklim bisnis dan investasi yang kondusif serta memperkuat standar lingkungan yang berkelanjutan, Pemerintah juga mendorong transformasi digital," kata Menko Airlangga.

Pemerintah mendorong tenaga kerja untuk lebih memahami dunia digital melalui program pelatihan dan peningkatan keterampilan yaitu Program Kartu Prakerja. Program ini telah membekali dengan keterampilan dan kompetensi yang diperlukan agar berdaya saing dalam dunia kerja bagi lebih dari 8 juta pekerja, pencari kerja , dan pekerja yang diberhentikan.

Baca Selanjutnya: Pentingnya Sektor Swasta...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini