Menko Airlangga: Kita Perlu Lakukan Komunikasi Publik yang Tidak Timbulkan Gejolak

Minggu, 13 September 2020 13:00 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menko Airlangga: Kita Perlu Lakukan Komunikasi Publik yang Tidak Timbulkan Gejolak Airlangga Hartarto. ©2020 Foto: Farhan/Humas Ekon

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah sempat terperosok yang dipicu pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta.

IHSG tercatat merosot tajam sebesar 5 persen ke level 4.892,87 atau turun 257,49 poin pada Kamis (10/9) lalu, dan Rupiah ditutup melemah 56 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.855 per USD dari sebelumnya Rp14.799 per USD.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengakui, pernyataan gubernur tersebut memang membuat laju IHSG dan Rupiah sempat mengalami dampak. Dia pun meminta agar Anies tidak membuat pernyataan sentimen negatif yang bisa berakibat kepada pasar dalam negeri.

"Yang pertama bahwa PSBB di Jakarta tidak pernah dicabut. Jadi artinya kita perlu melakukan komunikasi publik yang tidak menimbulkan gejolak," kata Airlangga dalam diskusi virtual bertajuk 'Anies Rem Darurat, Ekonomi Tercekat?', di Jakarta, Minggu (13/9).

Dia menambahkan, perekonomian dunia saat ini sangat rentan terhadap sentimen-sentimen negatif. Bahkan dampaknya, bisa langsung tercermin di pergerakan pasar modal, likuiditas, capital outflow, dan stabilisasi mata uang Rupiah.

"Yang namanya ekonomi itu faktornya ada dua pertama fundamental yang kedua sentimental. Sentimen ini dipicu oleh satu ketidakpastian sehingga sebagai tentu harapan kami adalah kita tidak membuat kejutan-kejutan hal yang sudah dilakukan," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Pasar Masih Percaya dengan Kebijakan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini