Menko Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Tangkas Serangan Siber

Rabu, 24 November 2021 11:45 Reporter : Merdeka
Menko Airlangga Beberkan Upaya Pemerintah Tangkas Serangan Siber Menko Airlangga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 741 juta anomali traffic atau serangan siber yang terjadi dari bulan Januari hingga Juli 2021. Kemudian, sejak tahun 2019 sampai 31 Agustus 2021, Kemenkominfo telah melakukan penanganan dugaan kebocoran terhadap 36 penyelenggara sistem elektronik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, data tersebut menggambarkan betapa pentingnya upaya peningkatan perbaikan tata kelola dan keamanan siber sebagai bagian dari implementasi prinsip perlindungan masyarakat.

"Pemerintah terus berupaya menjawab berbagai tantangan di ruang digital dengan penerapan pendekatan strategi, baik di sisi hulu, tengah maupun hilir," kata Menko Airlangga dalam IDC Proyeksi dan Strategi Akselerasi Bank Digital 2022, Rabu (24/11).

Di sektor hulu, pemerintah fokus pada upaya literasi digital melalui kerja sama dengan lebih 110 institusi yang meliputi komunitas akademisi lembaga pemerintah dan sektor swasta. Pemerintah melaksanakan program literasi digital, antara lain melalui gerakan nasional literasi digital cyber.

Selain itu, pemerintah juga memusatkan perhatian pada tindakan preventif, antara lain pemblokiran penurunan konten-konten negatif atau hoaks. Ini dilakukan dengan kerja sama 16 K/L terkait dengan penyelenggaraan sistem elektronik.

2 dari 2 halaman

Sektor Hilir

Di sektor hilir, pemerintah bersama Polri dan Kejaksaan terus mendorong penegakan hukum guna mencegah penyebaran informasi yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat, serta mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

"Undang-undang 19 tahun 2016 sebagai payung perlindungan dan isu privasi dalam pelaksanaannya telah diterbitkan 3 peraturan turunan dan pemerintah menyiapkan regulasi perlindungan data pribadi yang lebih komprehensif dan agresif melalui RUU perlindungan data pribadi yang sedang dalam pembahasan dengan DPR," ujarnya.

Menko Airlangga menegaskan, upaya mengoptimalisasikan berbagai tantangan pengembangan ekonomi digital memerlukan kesiapan infrastruktur, terutama menyediakan akses untuk layanan publik di seluruh Indonesia termasuk wilayah 3T.

"Oleh karena itu pemerintah dan pemangku kepentingan melakukan pembangunan sarana digital termasuk jaringan internet 4G, pengembangan 5G, peluncuran satelit multifungsi Satria serta pengkajian pembuatan pusat data nasional, serta pemanfaatan teknologi low orbit satelit," tutup Menko Airlangga.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Menko Airlangga Klaim Nilai Ekonomi Digital 2020 Indonesia Terbesar di Asia Tenggara
Kisah UMKM Ikut Program Binaan Menko Airlangga Usai Penjualan Anjlok Akibat Pandemi
Pemerintah Perpanjang PPKM Luar Jawa Bali Hingga 6 Desember
Airlangga Sebut Kasus Harian di Luar Jawa Bali Alami Penurunan
Realisasi Anggaran Kartu Prakerja Capai Rp11,5 Triliun dan Subsidi Upah Rp6,7 Triliun
Indonesia Bawa Isu Kemudahan Akses Vaksin Covid-19 di Presidensi G20

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini