Menkeu sudah lama curiga pada pegawai bea cukai yang terima suap

Rabu, 30 Oktober 2013 21:08 Reporter : Ardyan Mohamad
Menkeu sudah lama curiga pada pegawai bea cukai yang terima suap Sertijab Menteri Keuangan. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Seorang pegawai senior Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diciduk polisi karena terindikasi menerima suap. Ternyata, sejak 2011 pegawai tersebut sudah diawasi tim internal Kementerian Keuangan lantaran punya rekening pribadi dengan nominal miliaran. Namun, kementerian keuangan tidak menindaklanjutinya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pihaknya menyerahkan pembuktian kasus itu kepada badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Dia tak akan ikut campur atau melindungi anak buahnya.

Soal sanksi, internal kementerian sedang merumuskan langkah paling pas. "Iya, kita lagi proses untuk itu. Kalau dia bersalah harus diproses secara hukum," kata Chatib di komplek DPR, Jakarta, Rabu (30/10).

Menkeu membenarkan, sudah ada indikasi pegawai senior di Pelabuhan Tanjung Priok itu tidak bersih. Dengan bukti awal rasuah sudah dikantongi polisi, artinya kecurigaan tim reformasi birokrasi Kemenkeu benar. Sayangnya, dugaan tersebut tidak ditindaklanjuti.

Ke depan, Chatib memastikan pengawasan setiap pegawai seluruh direktorat akan ditingkatkan agar tak main-main dengan korupsi.

"Iya, sudah sejak lama dicurigai. Dengan ini ya kita harus akan tingkatkan pengawasan pegawai," ungkapnya.

Ditemui terpisah, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Agung Kuswandono mengatakan, sudah ada pengawasan khusus kepada tersangka yang berinisial HS. Terlebih atas temuan rekening pribadi yang saat disita polisi mencapai Rp 11 miliar.

"Rekening mencurigakannya kan ditemukan di tahun 2009-2011 pas reformasi birokrasi di kemenkeu. Saya lihat dulu masalahnya apa," ungkapnya.

Untuk indikasi awal, Agung percaya polisi mengembangkan kasus ini dari laporan internal Kemenkeu. Soalnya, HS ditangkap bukan saat menerima suap. saat ini, Ditjen Bea Cukai mencari tahu apakah tersangka bekerja sendirian atau mengajak rekannya secara sistematis.

"Kalau pribadi kan tidak terkait institusi. Apakah terkait institusi, kita akan melakukan tindakan lebih lanjut," kata Agung.

Kemarin, Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri menangkap dua tersangka kasus dugaan suap.

Keduanya yaitu Kasubdit Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Heru Sulistyono (HS) dan pengusaha Yusran Arif (YA) diduga si pemberi suap. Rasuah itu diduga untuk menghindari audit Bea Cukai terhadap perusahaan milik YA. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bea Cukai
  3. Kasus Suap
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini