Menkeu Sri Mulyani Soal Redenominasi Rupiah: Belum Ada Pembahasan Lanjutan

Rabu, 30 Oktober 2019 11:20 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menkeu Sri Mulyani Soal Redenominasi Rupiah: Belum Ada Pembahasan Lanjutan Menkeu Sri Mulyani. ©Foto Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah belum berencana melakukan redenominasi Rupiah. Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya.

"Kita belum membahasnya dengan Bank Indonesia (BI) maupun dengan kabinet atau bapak presiden," ujar Menteri Sri Mulyani usai Upacara Peringatan Hari Oeang di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/10).

Menteri Sri mulyani melanjutkan, Rupiah sudah 73 tahun menjadi mata uang yang sah di Indonesia. Rupiah turut menjadi bukti kemerdekaan Indonesia.

"73 tahun semenjak uang republik Indonesia pertama kali diterbitkan ini menandakan suatu masa di mana semuanya melihat perjuangan yang luar biasa mulai dari kita mendeklarasikan kemerdekaan, kedaulatan dengan diterbitkan uang Republik Indonesia," jelasnya.

Tugas Indonesia pada 73 tahun lalu adalah memiliki mata uang sendiri yang diakui dari Sabang sampai Merauke. Kini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, Indonesia harus mampu menciptakan ekonomi yang lebih baik.

"Pada hari ini tantangan pasti berbeda pada saat 73 tahun lalu kita berjuang untuk mengambil alih uang yang diedarkan oleh bekas penjajah kita Jepang maupun De Javasche Bank yaitu dari Belanda menjadi uang republik Indonesia," jelasnya.

"Hari ini perjuangan kedaulatan kita adalah bagaimana kita bisa menjaga terus menerus perekonomian Indonesia di dalam tekanan dari gejolak global sehingga apa yang disebut sebagai kedaulatan yaitu kemandirian ekonomi Indonesia, ketahanan ekonomi Indonesia bisa terus menerus kita perkuat. Ini adalah PR kita bagaimana keuangan negara bisa," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo angkat suara soal pelemahan nilai tukar Rupiah yang nyaris menyentuh level Rp14.000 per USD. Hari ini saja, Rupiah dibuka melemah pada level 13.955 per USD.

Menurut Agus, pelemahan nilai tukar Rupiah tak bisa hanya dilihat dari nominalnya, tetapi harus dilihat dari presentasenya.

"Karena presentase kita walaupun ada depresiasi, depresiasi kita itu pasti lebih kecil dibandingkan depresiasi negara lain, misalnya tadi tetangga kita Turki, Brasil ataupun seperti India. Jadi yang menjadi tantangan kita adalah Rupiah belum redenominasi mata uang," kata Agus.

Agus menjelaskan, saat ini USD 1 nilainya sama dengan 5 digit angka Rupiah, sedangkan mata uang lain USD 1 sama dengan 1 digit mata uang negaranya. "Jadi persentase kecil seolah -olah jumlahnya besar," ujarnya.

Agus berharap, Indonesia bisa segera redenominasi Rupiah di mana Rp1.000 menjadi Rp1. Namun dia mengungkapkan, Indonesia baru bisa redenominasi beberapa tahun mendatang. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini