Menkeu Sri Mulyani kumpulkan pegiat seni bahas pajak, Tere Liye absen

Kamis, 14 September 2017 09:26 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Sri Mulyani di Seminar Pajak. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menggelar dialog perpajakan bagi penulis dan pekerja seni, Rabu (13/9) malam. Dialog ini digelar terkait keluhan penulis Tere Liye yang memutuskan untuk menarik hak cipta bukunya, akibat beban pajak yang ditanggung terlalu tinggi.

Ratusan pegiat seni mulai dari penulis hingga penyanyi turut hadir dalam acara tersebut. Namun sayang, Tere Liye tidak hadir dalam acara tersebut.

"Kita bertemu untuk melakukan dialog tentu pemicunya kebetulan tidak hadir mas Tere Liye atau mas Darwis yang merupakan adik kelas saya," kata Menteri Sri Mulyani, di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (13/9) malam.

Menteri Sri Mulyani menjelaskan berdasarkan Undang-Undang, negara berhak memungut atau mengumpulkan pajak kepada masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya memungut pajak sebagai tugas kepada konstitusi.

"Kita negara merdeka, tapi bukan berarti merdeka tidak membayar pajak," ujarnya.

Dia menambahkan, memungut pajak merupakan pekerjaan paling sulit dan tidak populer, sehingga Ditjen Pajak perlu melakukannya dengan hati-hati. Selain itu, tugas mengumpulkan pajak bukan berasal dari pribadi petugas pajak, tapi ini merupakan amanat UU.

"Karena sebagai pejabat yang melakukan tugas negara, kami tidak bisa mengubah seketika kalau menyangkut UU karena itu ada prosesnya," pungkas mantan Dirketur Bank Dunia itu.

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.