Menkeu Sri Mulyani Curhat Kerap Kena PHP Negosiasi Dagang AS dan China

Kamis, 5 Desember 2019 10:32 Reporter : Anggun P. Situmorang
Menkeu Sri Mulyani Curhat Kerap Kena PHP Negosiasi Dagang AS dan China Menkeu Sri Mulyani. ©Foto Humas Kemenko Perekonomian

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan gejolak ekonomi membuat seluruh negara di dunia dihadapkan pada harapan dan kekecewaan. Salah satu kondisi yang paling memberi harapan palsu adalah hubungan dagang Amerika Serikat dengan China.

"Jadi kemarin kita sudah berharap akan ada deal antara AS dan China, tapi tiba-tiba ada perkembangan baru yang membuat kesepakatan kedua negara setelah pemilu 2020. Artinya tiap hari kita dihadapkan berharap lalu kecewa, berharap lalu kecewa," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (5/12).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, ketidakpastian ekonomi global membuat setiap pemangku kepentingan di seluruh dunia berupaya meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut mengantisipasi agar perekonomian domestik tidak terimbas.

"Tahun 2019 masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, mungkin ceritanya sama tapi pemicunya selalu berbeda. Lingkungan di mana kita berada dan beroperasi dari sisi ekonomi memang tidak pasti," papar Menteri Sri Mulyani.

1 dari 2 halaman

Faktor Lain Penyumbang Ketidakpastian Global

Faktor lain yang membuat kondisi global memanas adalah dengan masuknya Amerika Serikat dalam persoalan geopolitik antara Hong Kong dan China. Presiden AS Donald Trump telah menandatangani Rancangan Undang-Undang Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Hong Kong.

Gejolak ekonomi global tidak hanya disebabkan oleh persoalan antara Amerika Serikat, China, dan Hong Kong tetapi juga kondisi politik di Inggris yang masih berkutat dengan Brexit. Faktor tersebut membuat IMF merevisi pertumbuhan ekonomi ke angka 3 persen.

2 dari 2 halaman

Obat Penangkal Pemerintah

Dalam rangka mengantisipasi gejolak tersebut terhadap ekonomi domestik, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut memaksimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen fiskal untuk mengatasi dampak ketidakpastian dan pelemahan ekonomi global.

"Maka kami harus menggunakan instrumen baik dari penerimaan, perpajakan dan non pajak, belanja, dan pembiayaan negara. Semuanya untuk menetralisir pelemahan dari transmisi global ke dalam negeri," tandasnya.

Baca juga:
Kemenkeu Sebut Kondisi Perdagangan Dunia Tahun ini Terparah Sejak Krisis 2008
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen di Akhir 2019
Kemenkeu Akui Resesi Dunia Telah Berimbas ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INDEF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Hanya 4,8 Persen
Ada Ketidakpastian Global, Kadin Beberkan Tantangan Ekspor Indonesia
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi
5 Sumber Penyebab Resesi Ekonomi Bisa Muncul di Indonesia

[bim]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini