Menkeu kritik ketidaksiapan proyek infrastruktur

Jumat, 25 Januari 2013 14:33 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Menkeu kritik ketidaksiapan proyek infrastruktur Jalan layang Non Tol Casablanca-Tanah Abang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kondisi sarana dan prasarana atau infrastruktur di Indonesia kerap dikeluhkan dan dijadikan kambing hitam lambannya kinerja laju pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana kendalanya? Beberapa pihak menyebut kendala pembangunan infrastruktur berkualitas karena pendanaan yang minim.

Tapi Menteri Keuangan Agus Martowardojo punya pandangan berbeda. Menurutnya, dari sisi pendanaan tidak ada masalah. Begitu juga dari sisi investor atau pemodal yang tertarik menggarap proyek infrastruktur di Indonesia.

Dengan peringkat layak investasi atau investment grade dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional, otomatis menjadikan Indonesia masuk dalam radar investor. Menkeu justru mengkritik ketidaksiapan proyek infrastruktur.

"Sekarang dibutuhkan adalah kesiapan dari proyek-proyek infrastruktur. Untuk pembiayaan, investornya cukup dan memadai," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/1).

Kondisi investment grade, lanjutnya, juga memungkinkan untuk swasta menerbitkan obligasi di sektor infrastruktur. "Kadang perusahaan pinjam tapi tidak ada project yang mau dikerjakan," tuturnya.

Pemerintah sendiri selama ini mengklaim telah mengoptimalkan belanja negara untuk sektor infrastruktur. Terlihat dari anggaran belanja infrastruktur pemerintah tahun ini yang mencapai sekitar Rp 200 triliun. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Infrastruktur
  2. Agus DW Martowardojo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini