Menkeu era SBY sebut digitalisasi tak lantas hapus lapangan kerja

Kamis, 29 Maret 2018 14:12 Reporter : Liputan6.com
Menkeu era SBY sebut digitalisasi tak lantas hapus lapangan kerja Chatib Basri di The Energy Building. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ekonom yang juga Menteri Keuangan (Menkeu) era Presiden SBY, Chatib Basri, menilai perkembangan industri digital tidak lantas menghilangkan lapangan kerja. Akan tetapi, kecenderungannya sumber daya manusia (SDM) akan menyesuaikan perkembangan digital.

"Banyak yang bilang industri digital akan menghilangkan pekerjaan. Saya tidak setuju. Ini cuma redefinition of job. Pekerjaannya tidak hilang. Kita cuma butuh skillset baru," tutur dia di Soehana Hall, Jakarta, Kamis (29/3).

Dia menuturkan, melatih ulang sumber daya manusia (SDM) atau retraining akan menjadi tren kebutuhan untuk menghadapi era digital. "Jadi regulator harus lebih fokus pada objektif utama mereka atau (agree on principle) daripada fokus pada micromanaged-nya," tambah dia.

Oleh karena itu, melatih ulang SDM juga bermanfaat untuk menghadapi banyaknya kemunculan perusahaan rintisan di Indonesia. Chatib pun apresiasi perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah dan perusahaan yang sudah ada harus bekerjasama dengan perusahaan rintisan tersebut.

"Karena kita akan ketinggalan atau hilang jika tidak memiliki skillset yang dibutuhkan," ujar dia.

Selain itu, Chatib Basri juga memperkirakan landasan ekonomi akan berubah dengan perkembangan digital teknologi. Jadi setiap produk akan disesuaikan dengan masing-masing individu. Chatib mencontohkan, salah satunya bunga bank.

"Bunga bank nantinya juga akan menyesuaikan dengan kondisi individu tersebut. Semua dibuat sesuai kebutuhan masing-masing," ujar dia.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6

[bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini