Menkeu: Aliran dana asing tidak perlu dikhawatirkan

Rabu, 3 Juli 2013 09:02 Reporter : Novita Intan Sari
Menkeu: Aliran dana asing tidak perlu dikhawatirkan

Merdeka.com - Sepanjang semester I/2013 dana asing mengalir cukup deras ke sektor keuangan nasional. Bahkan, gelombang aliran modal asing yang masuk ke pasar dalam negeri (capital inflow) bakal semakin deras.

Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal masuk (capital inflow) dalam bentuk portofolio mencapai Rp 33,8 triliun pada Januari-April 2013. Angka ini diyakini semakin membesar di semester I.

"Dana asing tidak perlu menjadi kekhawatiran sendiri karena kondisi ini membuat kondisi makro membaik ke depannya sehingga eksternal juga akan berjalan seimbang," ujar Menteri Keuangan, Chatib Basri saat ditemui di Hotel Intercontinental, Jakarta, Kemarin malam (2/7).

Chatib menyebutkan, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah saat ini adalah memperbaiki kinerja neraca perdagangan yang semakin tinggi defisitnya. Oleh karena itu, lanjutnya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal yang krusial.

"Kenaikan BBM ini dipastikan mendongkrak tingkat inflasi sehingga diperkirakan inflasi akan mulai mereda pada 3 bulan mendatang seiring langkah pemerintah dalam menjaga pasokan dan ketersediaan bahan-bahan pokok," jelas dia.

Dia menyadari, tingkat inflasi Juli bakal sangat tinggi karena dorongan kenaikan harga BBM. Untuk itu, pemerintah harus melakukan mitigasi terutama dari sisi distribusi bahan pokok.

Terkait kenaikan harga BBM, Chatib menuturkan bahwa kebijakan itu diambil agar terlepas dari tekanan defisit neraca perdagangan dari sektor migas. Itu adalah salah satu pertimbangan lain. Alasan utama adalah subsidi energi yang tidak adil.

"Harga internasional BBM adalah Rp 9.000 per liter sementara harga di pasar domestik sebelum kenaikan BBM adalah Rp 5.500 per liter. Padahal kita mensubsidi pengendara mobil pribadi hingga sekitar Rp1 juta perbulan. Ini kan tidak adil," tegas dia.

Chatib memperkirakan akan terjadi penurunan konsumsi BBM ketika subsidi dikurangi. Pemerintah juga akan melakukan sejumlah langkah untuk menutup defisit APBN, di antaranya menaikkan pajak dan sumber pendanaan lain.

Selain itu, langkah perbaikan investasi dan regulasi dari pemerintah, Chatib mengharapkan setidaknya kondisi global dapat membaik sehingga target pertumbuhan Indonesia pada tahun ini dapat tercapai. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Modal
  3. Kemenkeu
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini