Menhub Terima Keluhan Tarif Ojek Online Terlalu Mahal dari Sejumlah Daerah

Rabu, 8 Mei 2019 11:12 Reporter : Merdeka
Menhub Terima Keluhan Tarif Ojek Online Terlalu Mahal dari Sejumlah Daerah Ojek Online di Jakarta. ©2019 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Pemberlakuan tarif ojek online (ojol) yang ditetapkan pemerintah cukup menuai banyak komentar dari masyarakat. Tak sedikit bahkan mengeluhkan tarif ojol yang terlampau tinggi.

Sudah berjalan seminggu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku akan melakukan evaluasi terkait penerapan tarif ojol baru itu.

"Kami menyebarkan kuesioner sebanyak 4.000 di 5 kota. Itu akan terwakili antara ekspektasi daya beli masyarakat, keinginan pengendara itu berapa. Dengan dasar itu kita sangat mungkin melakukan evaluasi tarif," terangnya di Jakarta, Rabu (8/5).

Dia mengatakan Kemenhub menerima keluhan atau komplain dari beberapa kota terkait penerapan tarif ojol baru ini. "Tetapi memang ada indikasi di beberapa kota, terutama bukan di Jakarta lah. Semacam Bandung dan sebagainya itu indikasinya ada komplain terlalu mahal sehingga order terlalu mahal," ucapnya.

Dia menambahkan, alasan diberlakukannya survei dengan sistem kuesioner ialah untuk mendapatkan masukan yang lebih mendalam. Lantaran, dari pihak asosiasi saja menurutnya masih kurang cukup.

"Kalau selama ini kan harus hanya diwakili para asosiasi saja. Dan itu maaf kata, bisa jadi tidak mengcover semuanya. Tapi kami dengan mereka ini sangat cair sekali. Kita selalu diskusi. Nah hasil survei tarif ojek online itu nanti kita diskusikan dengan aplikator, dengan macam macam," kata dia.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini