Menhub Budi Mulai Telusuri Dugaan Garuda Indonesia Angkut Harley Davidson Ilegal

Selasa, 3 Desember 2019 12:23 Reporter : Merdeka
Menhub Budi Mulai Telusuri Dugaan Garuda Indonesia Angkut Harley Davidson Ilegal Budi Karya Sumadi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pengangkutan motor gede (moge) ilegal merk Harley Davidson pada penerbangan perdana pesawat Garuda terbaru A 330-900 yang didatangkan dari Prancis kini tengah ramai.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku instansi yang membawahi sektor penerbangan pun dimintai keterangan atas kasus ini. Lantas, apa tanggapannya?

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan resmi terkait hal tersebut. Namun, kasus itu akan ditindaki sesuai kebijakan yang ada.

"Saya belum dapat laporan resmi ya. Tapi karena itu adalah penerbangan perdana, tentu akan mengaitkannya dengan regulasi," ujar dia saat Rapat Kerja (Raker) Tahunan Kementerian Perhubungan di Grand Mercure Hotel, Jakarta, Selasa (3/12).

Meski demikian, Menhub Budi belum bisa mengklarifikasi tindak ilegal tersebut. "Nanti saya tunggu ibu Dirjen (Perhubungan Udara, Polana B Pramesti) akan mengklarifikasi apa yang terjadi," sambungnya.

Saat dimintai keterangan pada saat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti pun menolak untuk mengklarifikasi pengangkutan moge di pesawat Garuda.

"Itu ranahnya Bea Cukai ya," ucap Polana singkat.

1 dari 2 halaman

Tanggapan Sri Mulyani

Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara mengenai maskapai Garuda Indonesia yang diduga membawa sparepart motor gede (moge) Harley Davidson langka keluaran 1970-an, dari Prancis ke Indonesia. Dia mengatakan, akan melakukan perbaikan penanganan intelijen agar kejadian serupa tak terulang.

"Jadi ya kita akan terus memperbaiki penanganan kita, intelijen kita. Pajak dan bea cukai bersama-sama juga. Kadang-kadang menangani dari pajak dan bea cukai atau dua duanya secara sekaligus," ujar Sri Mulyani di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (3/12).

Sri Mulyani mengatakan, penipuan seperti penyelundupan memang sering kali terjadi melalui berbagai pintu. Walau penanganan sudah canggih, modus penyelundupan juga tak kalah lebih canggih.

"Kalaupun melakukan ini selalu saja ada percobaan untuk lakukan penyelundupan. Karena ya memang pekerjaan mereka menyelundup, jadi mereka akan melakukan itu. Perubahan-perubahan policy dan peningkatan kewaspadaan mereka juga akan makin canggih," paparnya.

Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai sudah melakukan perbaikan sistem secara terus menerus. Selain itu, Bea Cukai juga melakukan kerja sama dengan beberapa negara seperti Singapura untuk menekan penyelundupan.

"Bea Cukai sudah meningkatkan kemampuan mereka kerja sama dengan negara lain terutama Singapura kemarin waktu saya ke sana, dengan Menkeu nya juga akan terus meningkatkan Mou kerja sama Bea Cukai Indonesia dengan Singapura sehingga data yang keluar dari sana masuk ke kita lebih konsisten," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Dilakukan Oknum Karyawan

Sebelumnya, sejumlah oknum karyawan maskapai Garuda Indonesia, diduga membawa sparepart motor gede (moge) Harley Davidson langka keluaran 1970-an, dari Prancis ke Indonesia. Karyawan tersebut diduga membawa motor mewah dalam bentuk paketan terpisah menjadi 15 koli.

Barang mewah tersebut diketahui berada di dalam bagasi pesawat Garuda Indonesia. Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kita mau bilang, ada beberapa karyawan kita yang bawa sparepart itu," tutur Ikhsan, saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui sambungan telepon, Senin (2/11/2019) malam.

Sparepart tersebut dibawa di dalam bagasi, bersamaan dengan karyawan tersebut yang menumpang pesawat. Mereka terbang dari Prancis menuju Indonesia menggunakan pesawat A330-900NEO yang baru saja dipesan Garuda Indonesia.

"Pesawat baru, ada karyawan yang bertugas menjemput pesawat tersebut. Jadi, barangnya ada di dalam pesawat tersebut bersamaan dengan karyawan yang duduk di kabin," ungkap Ikhsan.

Saat tiba di area GMF Aeroasia, seluruh petugas baik dari Garuda ataupun Bea dan Cukai setempat, ikut memeriksa pesawat anyar tersebut. Barulah didapati adanya sparepart sepeda motor langka.

"Karyawan tersebut juga menyadari dan memahami, bila di GMF itu kan kawasan berikat. Jadi ada Bea dan Cukai atau petugas lainnya juga, dia akan mengikuti aturannya," kata Ikhsan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

[idr]

Baca juga:
Jaksa Tangkap Terpidana Korupsi Tiket Garuda di Pekanbaru
Garuda Indonesia soal Peluang Swasta Jual Avtur: Jangan Berandai-andai Lah
Awal Tahun, 1 Pesawat Garuda Indonesia Siap Layani Kargo Merpati Airlines
Garuda Indonesia: Tak Ada Kenaikan Harga Tiket di Libur Natal dan Tahun Baru

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini