Menhub Budi Minta PT KCI Lakukan Tes Acak Antisipasi Penyebaran Covid-19

Jumat, 14 Mei 2021 11:58 Reporter : Merdeka, Anggun P. Situmorang
Menhub Budi Minta PT KCI Lakukan Tes Acak Antisipasi Penyebaran Covid-19 Menhub tinjau KRL Jabodetabek di Stasiun Manggarai. ©Liputan6.com/Maulandy

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi Sabtu (15/5) dan Minggu (16/5) akan menjadi puncak pergerakan mudik lokal melalui Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Jabodetabek. Diperkirakan jumlah penumpang KRL Jabodetabek pada saat puncak mudik lokal akan menyentuh 300-400 ribu orang.

"Manggarai jadi tempat perjumpaan kereta api yang paling padat di seluruh negeri ini, terutama di Jakarta. Menurut catatan, 3-4 hari terakhir tercatat lebih dari 200 ribu pergerakan. Nanti besok, sabtu-minggu adalah puncaknya, bisa 300-400 ribu," sebut Menhub di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5).

Guna menghindari terjadinya penumpukan penumpang, ia pun meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) selaku pengelola KRL Jabodetabek untuk melakukan tes kesehatan acak (random check) seperti PCR dan antigen di sejumlah titik rawan kepadatan.

"Saya minta antigen di titik berangkat secara random dilakukan. Itu dilakukan walaupun secara random. Jadi ada potensi gejala (positif Covid-19) kita lakukan itu," imbuh Menhub Budi Karya.

Menurut pantauannya di Stasiun Manggarai, Menhub menilai PT KCI belum bisa mengendalikan angka penumpang KRL pada H+1 Lebaran ini. Kesimpulan itu didapatnya pasca berdiskusi dengan sejumlah penumpang, dan melihat kepadatan di satu kereta hingga 70 orang lebih.

Dia lantas menegur PT KCI yang dinilainya tidak profesional dalam mengelola hiruk pikuk di KRL Jabodetabek selama masa Lebaran ini. "Saya lihat pengelolaan dari KCI tidak profesional. Saya tanya beberapa penumpang, mereka desak-desakan. Lebih dari 70 orang tidak ada yang jaga," ujar Menhub Budi Karya.

Tak ingin kepadatan KRL terus terjadi, Menhub mendesak KCI untuk memperbaiki pengelolaan sehingga mengantisipasi kepadatan dan potensi penularan pandemi Covid-19.

"Saya minta KCI lebih profesional lagi awasi pergerakan aglomerasi. Ini pelajaran mahal, banyak orang tak terkontrol. Sekali lagi saya minta KCI laksanakan lebih baik dan profesional," imbuh dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [did]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini