Menhub Budi Minta 2 Kementerian Tekan Garuda Indonesia Turunkan Tarif Tiket Pesawat

Kamis, 25 April 2019 13:53 Reporter : Dwi Aditya Putra
Menhub Budi Minta 2 Kementerian Tekan Garuda Indonesia Turunkan Tarif Tiket Pesawat Menhub Budi Karya. ©2018 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada Kementerian atau Lembaga terkait lainnya untuk secara bersama-sama menyelesaikan persoalan harga tiket pesawat. Menurutnya, ini dibutuhkan mengingat harga tarif tiket pesawat domestik hingga saat ini masih belum kondusif.

"Kami minta kepada Kementerian Perekonomian dan Kementerian BUMN untuk turut serta juga untuk mengatur tarif dari penerbangan," katanya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (25/4).

Dia menyampaikan salah satu langkah utama yang dilakukan Kementerian/Lembaga adalah menekan maskapai Garuda. Sebab, Garuda saat ini masih menjadi market leader untuk berbagai maskapai penerbangan lain.

"Khususnya Garuda. Karena Garuda ini market leader di situ, kalau dia menetapkan tarif batas atas semunya, maka yang lain ikut. Tapi kalau dia turun sebagian, yang lain juga akan turun," katanya.

Sementara itu, terkait dengan rencana usulan menetapkan sub-price atau harga tertentu berjenjang untuk maskapai, Menhub Budi mengaku masih akan mengkaji secara hati-hati. Terlebih, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian.

"Sub-price itu kan represive ya, saya itu enggak mau yang represif, tapi kalau nanti diperintahkan Kemenko Perkonomian untuk saya melakukan, ya saya lakukan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku telah memiliki opsi untuk kembali menurunkan harga tiket pesawat di tingkat maskapai penerbangan. Menurutnya, ada dua opsi yang nantinya bakal dilakukan Kementerian Perhubungan dalam menyesuaikan harga tiket pesawat sesuai dengan sub-harga yang telah disepakati.

"Kita cari solusinya. Apakah kita menetapkan sub-price atau kita menurunkan batas atas. Mana yang secara legal memang dimungkinkan," katanya saat ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/4). [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini