Mengupas Harga Avtur di Indonesia

Kamis, 14 Februari 2019 07:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Mengupas Harga Avtur di Indonesia pengisian bahan bakar avtur pesawat. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemerintah tengah berupaya untuk menyesuaikan harga avtur di Indonesia setelah beberapa kalangan mengeluhkan mahalnya harga avtur sehingga diyakini menjadi penyebab naiknya harga tiket pesawat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumpulkan sejumlah menteri untuk membahas mengenai harga avtur. Jika harga avtur bisa lebih kompetitif maka secara tidak langsung akan mempengaruhi harga tiket maskapai.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menargetkan harga tiket pesawat bisa turun secepat mungkin. "Diusahakan minggu ini (harga tiket pesawat turun)," tegas Budi Karya di Istana Kepresidenan, Rabu (13/2).

Meski dinilai mahal, pemerintah masih meyakini bahwa harga avtur di Indonesia masih kompetitif, bahkan lebih murah dibanding negara lain. Lalu bagaimana kondisi avtur di Indonesia?

Saat ini harga Avtur yang dijual Pertamina lebih mahal sekitar 20 persen dibandingkan harga internasional. Data yang dihimpun Antara, pada tengah tahun 2018 harga avtur di Bandara Changi, Singapura sekitar 178 sen dolar AS/galon atau Rp 6.583/liter. Harga ini termasuk yang paling murah di banding bandara-bandara lainnya di dunia, termasuk di Riyadh, Arab Saudi sekitar 200 sen dolar AS/galon atau Rp 7.397/liter.

Berdasarkan situs Pertamina Aviation, harga Avtur di Bandara Soekarno-Hatta mencapai Rp 7.580 atau USD 0,56 setiap liternya pada saat 2018 lalu, itu sudah termasuk pengiriman ke pesawat, namun belum menghitung PPN 10 persen dan PPh 0,3 persen khusus penerbangan domestik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyebut bahwa harga avtur di Indonesia tidak lebih mahal ketimbang negara lain. Meski demikian, dia berjanji tetap mengupayakan penurunan harga.

Berdasarkan informasi yang didapat, saat ini harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero) sudah kompetitif dibanding dengan avtur di negara lain, meski sedikit tinggi dari Singapura.

"Avtur kita itu kompetitif kok dibandingkan dengan negara-negara lain, di bandara-bandara harga avtur kita sangat kompetitif," kata Rini, di Jakarta, Rabu (16/1/).

Meski begitu, dia mengakui adanya perbedaan harga avtur Indonesia dengan Singapura yang disebabkan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penggunaan bahan bakar untuk pesawat terbang itu. "Kita enggak terlalu berbeda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya pajak, di kita kena PPN, di mereka enggak kena," kata Rini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, PPN avtur Indonesia memang lebih murah jika dibandingkan dengan beberapa negara lainnya. Salah satu adalah dengan negara Eropa. Untuk diketahui PPN avtur saat ini sebesar 10 persen.

"PPN kita sama saja untuk avtur atau apapun, PPN itu tergantung mau dibandingkan negara mana. Kalau Eropa ya lebih tinggi dari kita," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/2).

Terkait PPN, pemerintah pun membuka peluang untuk melakukan penyesuaian PPN jika memang dibutuhkan. Hal ini menurutnya akan dibahas oleh Kementerian Keuangan sebagai kementerian berwenang. [azz] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini