Mengulas Isi Perpres Investasi Minuman Beralkohol yang Dicabut Presiden Jokowi

Selasa, 2 Maret 2021 15:54 Reporter : Dwi Aditya Putra
Mengulas Isi Perpres Investasi Minuman Beralkohol yang Dicabut Presiden Jokowi Presiden Jokowi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, menuai reaksi penolakan. Desakan pencabutan menghujani aturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja tersebut. Sebab, dalam beleid itu, pemerintah secara khusus memberi syarat agar investor bisa menanamkan modal di bidang usaha industri minuman keras (miras).

Belum sempat berjalan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung mengambil sikap dengan mencabut lampiran Perpres yang melegalkan investasi minuman alkohol tersebut. Kepala Negara itu tak ingin ada kegaduhan. Apalagi dirinya sudah menerima banyak masukan dari para tokoh agama dan ormas.

"Bersama ini saya sampaikan saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol, saya nyatakan dicabut," kata Jokowi dalam akun youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/3).

Aturan soal minuman alkohol memang tercantum pada lampiran III Perpres 10/2021. Di dalamnya memuat soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Bidang usaha minuman alkohol masuk di dalamnya. Di mana terdapat tiga jenis bidang usaha. Pertama industri minuman keras mengandung alkohol. Kedua industri minuman keras mengandung alkohol anggur. Ketiga industri minuman mengandung malt.

Ketiga bidang usaha tersebut memuat persyaratan sama. Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Dengan catatan. Harus memperhatikan budaya dan kearifan setempat. Sementara untuk penanaman modal di luar dari provinsi tersebut, perlu mendapat izin. Nantinya penetapan akan dilakukan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan dari gubernur setempat.

Selain produksi minuman keras, pemerintah juga mengizinkan perdagangan eceran kaki lima menjual minuman keras atau beralkohol. Namun, ada syaratnya. Jaringan distribusi dan tempat harus disediakan secara khusus.

Perpres ini bertolak belakang dengan aturan sebelumnya. Industri minuman keras saat itu masuk ke dalam daftar negatif investasi (DNI). Hal ini tertuang di dalam Perpres Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Beleid itu memuat 20 daftar bidang usaha tertutup. Termasuk soal industri miras.

Sementara Perpres 10/2021 hanya mengatur persyaratan investasi tertutup sebanyak enam bidang usaha. di antaranya adalah budidaya industri narkoba, segala bentuk perjudian, penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix atau CITES, pengambilan atau pemanfaatan koral dari alam, industri senjata kimia, dan industri bahan kimia perusak ozon. Dengan begitu, pemerintah menetapkan industri minuman keras sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak tahun ini.

Meski demikian, pemerintah tetap mengatur arus investasi di sektor industri miras. Pada ada Pasal 6 ayat (1) Perpres 10/2021, dinyatakan bahwa bidang usaha dengan persyaratan tertentu merupakan bidang usaha yang dapat diusahakan oleh semua penanam modal. Baik investor asing, domestik, koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hanya saja, penanam modal itu wajib memenuhi beberapa persyaratan. Pertama, persyaratan penanaman modal untuk penanam modal dalam negeri. Kedua persyaratan penanaman modal dengan pembatasan kepemilikan modal asing. Serta persyaratan penanaman modal dengan perizinan khusus.

Untuk investasi asing pemerintah tetap melakukan pengetatan. Investor luar hanya dapat melakukan kegiatan usahanya dalam skala besar dengan nilai investasi lebih dari Rp10 miliar di luar tanah dan bangunan. Selain itu, investor asing wajib berbentuk perseroan terbatas (PT) berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Baca Selanjutnya: Reaksi Penolakan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini