Menguak Rahasia Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 1 Agustus 2019 15:22 Reporter : Merdeka
Menguak Rahasia Produk Bumbu Makanan RI Tembus Pasar Ekspor Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Industri bumbu makanan dalam negeri terus melakukan inovasi untuk mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Selain itu, inovasi ini dibutuhkan agar produk makanan Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.

GM of Marketing PT Sasa Inti Albert Dinata mengatakan, pihaknya telah bergerak di industri bumbu makanan selama lebih dari 50 tahun. Hingga saat ini, Sasa juga telah berhasil menembus pasar ekspor.

"Sasa telah merambah pasar internasional dengan dilakukannya kegiatan ekspor sejak lebih dari satu dekade ke pasar Asia, Timur Tengah, Afrika dan ke beberapa negara lainnya yang memiliki prospek baik untuk dipasarkan," ujar dia di Jakarta, Kamis (1/8).

Menurut Albert, pihaknya juga terus melakukan promosi dan inovasi untuk bisa memperluas pasar ekspor. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam Food and Hotel Indonesia 2019, pameran kuliner dan perhotelan terbesar di Indonesia yang diikuti oleh 1.300 peserta pameran dan mendatangkan lebih dari 30 ribu pembeli dari 38 negara.

"Ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada para chef untuk terus berkreasi dan berinovasi sehingga ke depannya akan berdampak baik bagi perkembangan industri kuliner di Indonesia," ungkap dia.

Sementara untuk pasar ekspor, ke depannya Albert akan fokus mengembangkan ekspor ke lebih banyak negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Mengingat potensi di kawasan tersebut masih sangat besar.

"Dengan penetapan harga yang kompetitif dan pengiriman yang dapat diandalkan, Sasa dapat menjangkau setiap wilayah," tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendorong masyarakat untuk terlibat dalam industri sebagai pelaku usaha. Salah satu kelompok masyarakat yang juga didorong yakni generasi milenial.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, generasi milenial dapat mulai berbisnis di sektor makanan dan minuman. Sebab sektor ini dapat dimulai dengan modal kecil.

"Milenial tentu mereka diberi kesempatan antara lain, industri yang start dengan modal lebih rendah itu adalah makanan minuman," kata dia, saat ditemui, di JCC, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, berkembangnya perusahaan berbasis digital, seperti aplikasi ojek online yang memberi ruang bagi pelaku IKM, kata Airlangga, merupakan peluang yang dapat diambil oleh milenial.

"Makanan dan minuman dengan adanya aplikasi digital dengan adanya ojek online, delivery-nya bagus," jelas dia.

Diharapkan dengan pemanfaatan teknologi digital makin banyak usaha kecil masyarakat yang dapat masuk pasar. "Jadi mulai banyak usaha kecil menengah dari masyarakat yang mempunyai skala ekonomi cukup untuk masuk ke pasar," tandasnya.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ekspor Impor
  3. Produk Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini