Mengenal Min-Liang Tan, miliuner tampan berkat hobi main game

Rabu, 7 November 2018 07:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Mengenal Min-Liang Tan, miliuner tampan berkat hobi main game Chief Excutive Officer Razer Min-Liang Tan. ©2018 Fortune

Merdeka.com - Dia adalah Min-Liang Tan, yang berasal dari keluarga Asia tradisional. Segala keberhasilannya dimulai hanya dari sebuah mouse komputer. Berbekal kecintaannya pada game sejak kecil, pria asal Singapura ini mengubah hobinya menjadi bisnis dengan mendirikan Razer pada 2005.

Mulanya, dia diarahkan untuk menjadi pengacara, dan gelar hukum pun sudah dia kantongi. Menurut Forbes, dia memiliki kekayaan lebih dari USD 1 miliar. Namun kesuksesannya ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan profesi hukum.

Mengutip CNBC, Razer menjadi salah satu perusahaan game terbesar di dunia dengan meraksasanya industri gaming yang sudah menyentuh angka USD 130 miliar (Rp 1.946,3 triliun). Tahun lalu, keuntungan Razer mencapai USD 517,9 juta (Rp 7,7 triliun) dengan nilai pasar USD 2,2 miliar (Rp 32,9 triliun). Begitu besarnya industri gaming saat ini, bahkan sampai mengalahkan bisnis perfilman global.

Pergerakan pesat industri ini didorong oleh aplikasi game seperti Pokemon Go, Candy Crush Saga, dan Angry Birds. Namun perusahaan Tan bukan perusahaan pencipta game. Razer dikenal sebagai perusahaan produsen perangkat keras dengan spesialisasi di bidang gaming.

Fungsi mereka yang terperinci dan desain yang identik dengan warna hitam dan pelangi membuat Razer populer di kalangan komunitas game dan membuatnya memimpin industri e-sport, dimana orang berkumpul di suatu arena untuk melihat para gamer bertanding.

Razer pertama kali didirikan oleh Tan bersama dengan Robert Krakoff dan berpusat di Singapura dan San Diego, California. Perusahaan ini didirikan hanya berbasis firasat, tanpa berbekal survei pasar.

"Untuk gamer dari gamer adalah moto Razer. Kami membangun ekosistem hardware, software, dan layanan yang begitu masif yang mengkhususkan diri pada satu individu, sang gamer," jelas Tan.

"Salah satu senjata paling penting bagi gamer adalah mouse. Bagaimana kita bisa membuat mouse yang lebih baik? Atau dalam kasus ini, mouse game pertama di dunia. Kami ingin sesuatu yang lebih tepat. Kami ingin sesuatu yang lebih akurat."

Dia mengirimkan sejumlah mouse ke teman-temannya dan menggali ide dari situ. Mouse gaming Diamondback menjadi produk pertama yang diluncurkan Razer. Pada 2006, Razer berkolaborasi dengan Microsoft dan meluncurkan mouse gaming lainnya, Habu, dan keyboard Reclusa. Dua tahun setelah berdiri, Razer berekspansi ke Jerman.

Fokus Razer juga mendapat sorotan dari para investor, termasuk miliuner Hong Kong Li Ka-Shing dan co-founder Credence Partners Koh Boon Hwee yang menjadi penyokong dana pada 2008. Pada tahun yang sama, tim atlet e-sport Razer juga turut membawa obor pada Olimpiade Beijing.

Pada 2012, Razer sudah menjadi sponsor dari 50 tim e-sport dari 30 negara. Penawaran umum perdana Razer pada 2017 meraup USD 528 juta atau Rp 7,9 triliun. Uang ini Tan gunakan untuk membuat lebih banyak produk.

Tan sudah hobi main game sejak kecil. Silakan klik selanjutnya. [idr] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini