Mengenal Fahmi Idris, Mantan Menteri Perindustrian Era SBY

Minggu, 22 Mei 2022 12:17 Reporter : Siti Nur Azzura
Mengenal Fahmi Idris, Mantan Menteri Perindustrian Era SBY Fahmi Idris. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Menteri Perindustrian di Kabinet Indonesia Bersatu sekaligus Politikus senior Golkar Fahmi Idris meninggal dunia hari ini pukul 10.00 di ICU RS Medistra. Kabar duka tersebut disampaikan oleh putri almarhum yaitu Fahira Idris.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang. Bp. Prof. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo. Saat ini, masih di ICU RS. Jam 10.00 wib wafat," ujar Fahira dikutip dari akun Twitternya @fahiraidris, Minggu (22/5).

Pria kelahiran Hindia Jepang, 20 September 1943 ini merupakan seorang pengusaha dan politikus asal Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dalam Kabinet Reformasi Pembangunan, serta Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Indonesia Bersatu.

Fahmi juga pernah terpilih menjadi anggota DPR-GR mewakili kalangan mahasiswa, serta ketua Fraksi Golkar di MPR-RI. Mulai Februari 2017, dia menjadi Dewan Penasehat Ormas dan LBH Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar), dengan Fahira Fahmi Idris sebagai ketua umum.

Pria berusia 78 ini merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1969. Dia dikenal sebagai aktivis yang ulet dan cekatan. Beberapa jabatan kemahasiswaan sempat dia sandang, antara lain sebagai pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam, Ketua Senat Fakultas Ekonomi UI (1965-1966), dan Ketua Laskar Ampera Arief Rachman Hakim (1966-1968).

Meski begitu, dia tidak melanjutkan kuliah ekonomi di Universitas Indonesia, karena lebih tertarik pada dunia bisnis. Bakat wirausahanya dia warisi dari ayahnya, Haji Idris, yang berprofesi sebagai pedagang. Walaupun kemudian dia melanjutkan studinya ke Fakultas Ekonomi Extension UI dan pendidikan Financial Management for Non-Financial Manager (1973).

2 dari 2 halaman

Bisnis

Tahun 1967, dia mulai merintis usaha yang dia bangun sendiri. Pada tahun 1969, bersama rekan-rekannya dari anggota Eksponen 66, dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama. Pada tahun 1979, dia menjadi pimpinan Kodel (Kongsi Delapan) Grup, yaitu sebuah perusahaan konglomerasi yang dia dirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, dan Pontjo Sutowo. Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang; agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, hingga perhotelan.

Pada tahun 1980-an perusahaan ini dipandang sebagai salah satu perusahaan tersukses di Indonesia. Bisnis perhotelan yang dikelola Fahmi Idris tidak hanya berjaya di dalam negeri, namun juga merambah ke kawasan elit Amerika, Beverly hills, California. Di kawasan itu, Fahmi mempunyai sebuah hotel yang dinamakan Regent Beverly Whilshire.

Pada tahun 1984, Fahmi bergabung dengan Partai Golkar, kemudian langsung ikut berkampanye bersama Ali Moertopo dan Abdul Latief di Sumatra Barat. Pada tahun 1998-2004, dia menjabat sebagai Ketua DPP Golkar di Jakarta.

Dia kemudian dilantik sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam tahun yang sama. Pada tahun 2004, dia sempat dipecat dari keanggotaan Golkar, karena menentang hasil Rapat Pimpinan Partai yang mendukung Megawati-Hasyim Muzadi sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Ketika itu, Fahmi malah mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla. Setelah pasangan ini terpilih, Fahmi kembali ditunjuk sebagai Menteri Tenaga Kerja, sebelum akhirnya di kocok ulang menjadi Menteri Perindustrian.

Namanya direhabilitasi, dan ketua umum Jusuf Kalla menariknya kembali masuk partai. Selain duduk di berbagai macam jabatan profesi dan bisnis, dia juga menjabat sebagai Anggota Dewan Penasehat Partai Golkar.

Baca juga:
Berita Duka, Politisi Senior Golkar Fahmi Idris Meninggal Dunia
Saat Senior Golkar Kompak Dukung Airlangga Capres di 2024
Fahmi Idris: Jelang Munas Golkar yang Dihitung Bukan Pandangan Tapi Dana
Fahmi Idris Tak Setuju Ketum Golkar Dipilih Aklamasi di Munas
Inilah Solusi Pemerintah Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Salah Satunya Naikkan Iuran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini