Menengok perang miliuner termahal sepanjang sejarah di Pemilu AS

Selasa, 6 November 2018 08:00 Reporter : Merdeka
Menengok perang miliuner termahal sepanjang sejarah di Pemilu AS Donald Trump. ©2018 Associated Press

Merdeka.com - Menjelang tahun kedua pemerintahan presiden, Amerika Serikat (AS) menggelar pemilihan umum (pemilu) yang disebut Pemilu Midterm (tengah waktu). Sebagai gambaran, pemilu tersebut semacam campuran Pemilihan Legislatif serta Pilkada Serentak. Pada tahun ini, Pemilu Midterm AS menjadi signifikan karena bisa memengaruhi kebijakan Presiden Donald Trump.

Partai Demokrat mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendominasi bangku Capitol Hill, dan Presiden Trump turun gunung untuk mendukung para kandidat Partai Republik. Tak pelak jika Pemilu Midterm ini telah menjadi yang termahal di sepanjang sejarah AS.

Dirangkum dari Forbes, nama miliuner seperti George Soros, Charles Koch, Thomas Steyer, Isaac Perlmutter turut menghijaukan Pemilu Midterm dengan Dolar milik mereka. Total kekayaan kuartet miliuner itu adalah USD 65 miliar atau 973,4 triliun (USD 1 = Rp 14.986).

Dimulai dari yang paling tenar, miliuner George Soros. Dia telah menanam USD 16 juta atau setara Rp 239,6 miliar (USD 1 = Rp 14.976). Soros menyumbangkan uangnya untuk para kandidat liberal dari Partai Demokrat.

Mantan walikota New York sekaligus miliuner Michael Bloomberg juga menyiapkan USD 110 juta (Rp 1,6 triliun) bagi pada kandidat Partai Demokrat untuk memenangkan bangku DPR, Senator, dan Gubernur.

Soros dan Bloomberg ditantang oleh miliuner Charles Koch. CEO Koch Industries itu menghabiskan USD 4,5 juta (Rp 67,3 miliar) melawan kandidat dukungan Soros dan USD 5 juta (Rp 74,8 miliar) untuk menghadapi kandidat yang mendapat dana Bloomberg.

Di negara-negara bagian kunci seperti Florida dan New Jersey juga terjadi persaingan antara miliuner lewat dukungan mereka pada calon gubernur.

Pemilu Midterm AS 2018 akan diadakan hari ini, Selasa, 6 November 2018. Sejauh ini, lebih dari 30 juta orang sudah memilih lebih awal di beberapa daerah.

Di lain hal, miliuner George Soros tidak gentar meskipun sempat dikirim paket bom. Dia berjanji akan terus memberi donasi menjelang Pemilu Midterm AS.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah simpatisan Partai Demokrat dikirim paket bom pipa oleh Cesar Sayoc. Selain para politikus, miliuner Tom Steyer dan George Soros juga menjadi target.

Dilansir dari CNBC, Soros akan terus berkontribusi mendukung Partai Demokratik.

Michael Vachon selaku penasihat top Soros mengungkapkan meski sang miliuner telah menyumbang, tetapi masih ada kemungkinan baginya untuk terus melakukannya pasca terjadinya teror bom. "George sudah memberikan kontribusi (politiknya) di masa awal kampanye," ucap Vachon seraya menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan Soros akan lanjut memberi sumbangan.

Rumah Soros di New York City kedapatan paket bom pada 23 Oktober lalu. Bom ditemukan di kotak surat rumahnya, beruntung bom berhasil diintersepsi sebelum meledak.

Soros adalah miliarder dari sektor finansial yang hobi memberi donasi di dunia politik, bahkan di Indonesia namanya kerap disebut-sebut. Menurut Forbes, hartanya sebesar USD 8,3 miliar.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini