Menebak penyebab e-commerce RI dikuasai produk China

Rabu, 3 Januari 2018 13:44 Reporter : Idris Rusadi Putra
e-commerce. © Posteurop.org

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengeluhkan produk yang dijual di e-commerce Indonesia didominasi produk asal China. JK mendapat laporan bahwa 94 persen prduk yang diperdagangkan di e-commerce Indonesia berasal dari China.

Direktur Institute for Development of Economics & Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, hal ini bisa terjadi karena banyak persoalan di UMKM Indonesia. Pengusaha Tanah Air tidak pernah diedukasi untuk masuk ke platform online.

"Kalau online kan harus ada infrastrukturnya juga. Persoalan lain UMKM kita ngerti gak caranya (masuk online)? Pernah gak diedukasi?" kata Enny saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (3/1).

Enny menyebut, produk China yang banyak dijual online merupakan produksi dari perusahaan besar. Mereka mempunyai ahli marketing yang siap masuk ke pasar mana saja.

"Sedangkan UMKM kita ada yang enggak ngerti internet. Selain itu, internet juga mahal. Jadi jangan salahkan orang lain. Orang dagang kalau ada keuntungan mereka penetrasi pasar," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kinerja sektor retail dalam beberapa waktu belakangan telah menunjukkan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi. Meskipun, 94 persen perdagangan seperti e-commerce masih didominasi oleh produk yang berasal dari China.

"Retail sudah cukup baik, di mana-mana kita berjalan ada toko retail. Kita berjalan ada toko ritel yang menjual harus produksi. Tapi produktivitas kita sendiri saya mendengar dari laporan e-commerce 94 persen yang dijual e-commerce adalah barang China, angkanya tidak terlalu jelas, tapi tinggi sekali," ujar Wapres JK di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1).

Untuk itu, Wapres JK meminta investor mengambil alih penyediaan produk dalam negeri supaya tidak dirajai oleh produk asing. "Artinya, pasar ini harus dimanfaatkan oleh investor yang ada di pasar modal ini," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK juga meminta investor lebih gencar melakukan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Investasi dilakukan bukan hanya investasi modal namun juga investasi riil.

"Kepada saudara-saudara investor, emiten yang ada di sini, bahwa satu satunya yang perlu kita tingkatkan adalah investasi. Investasi riil bukan hanya investasi di pasar modal," jelasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini