Mendag Zulkifli: Masalah Minyak Goreng Bukan karena Mafia, tapi Kenaikan Harga CPO

Senin, 20 Juni 2022 18:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Mendag Zulkifli: Masalah Minyak Goreng Bukan karena Mafia, tapi Kenaikan Harga CPO Mendag Zulkifli Hasan blusukan di Pasar Cibubur. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meyakini bahwa tidak ada campur tangan mafia dalam persoalan distribusi, ketersediaan, dan pengendalian harga minyak goreng yang mendera selama beberapa bulan terakhir.

Dia meyakini bahwa persoalan minyak goreng lebih diakibatkan kekeliruan mengantisipasi lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia.

"Enggak, saya kira bukan soal mafia tidak mafia. Ini kan ada kenaikan harga booming. Teman-teman punya CPO langsung jual cepat, nah ada keterlambatan kita mengantisipasi," kata Mendag di Jakarta, Senin (30/6).

Menurut Zulkifli, kenaikan harga minyak sawit dunia tersebut seharusnya bisa menjadi berkah, tapi justru menimbulkan masalah di dalam negeri.

"Harga bagus kan berkah sebetulnya. Ini harga bagus bukan berkah, jadi masalah. Nah ini yang harus kita urai di mana. Saya sudah tahu, sudah kita perbaiki, sudah ada jalan keluarnya. Sebulan dua bulan beres insha Allah," katanya.

Mendag menjabarkan, salah satu solusi yang disiapkannya adalah memperbaiki tiga jalur distribusi yang akan memasok minyak goreng curah ke lebih dari 10.000 titik penjualan satu harga Rp14.000 per liter bagi masyarakat.

Lantas ditempuh pula upaya pembuatan kemasan sederhana untuk minyak goreng curah agar memudahkan proses distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Ketika ditegaskan apakah menurutnya tidak ada mafia minyak goreng, Mendag mengatakan "ya perdagangan itu biasa. Ada yang bagian untung lebih bagian yang kayak...ya biasa itu".

2 dari 2 halaman

Kejaksaan Agung Tetapkan Lima Tersangka

Kejaksaan Agung telah menetap lima orang sebagai tersangka dalam perkara korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk minyak goreng, yang terjadi pada Januari 2021 sampai Maret 2022.

Kelima tersangka itu adalah Indrasari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Kemudian empat orang lain dari pihak swasta, yakni Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group Stanley MA.

Berikutnya Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas dan pendiri dan penasihat kebijakan/analisa PT Independent Research & Advisodry Indonesia Lin Che Wei.

Presiden Joko Widodo juga sudah memerintahkan aparat hukum untuk melanjutkan penindakan terhadap dugaan pelanggaran dan penyelewengan aturan distribusi serta produksi minyak goreng yang berlaku. [idr]

Baca juga:
Mendag Zulkifli Temukan Biang Kerok Minyak Goreng Mahal, Janji 2 Bulan Beres
Surya Paloh Sindir Kelangkaan Minyak Goreng: Urusan Tetek Bengek Saja Lama
Zulkifli Hasan Segera Eksekusi Perintah Presiden Turunkan Harga Minyak Goreng
Mendag Zulhas Intens Koordinasi dengan Menko Luhut Tekan Harga Minyak Goreng
Blusukan ke Pasar Baros, Jokowi Pastikan Harga Minyak Goreng Curah sudah Rp14 Ribu
Pemerintah Akan Hapus Minyak Goreng Curah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini