Mendag Zulhas akan Buka Kuota Ekspor Minyak Goreng, Ini Syaratnya

Senin, 27 Juni 2022 22:16 Reporter : Siti Nur Azzura
Mendag Zulhas akan Buka Kuota Ekspor Minyak Goreng, Ini Syaratnya Mendag Zulhas cek stok minyak goreng di Pasar Kramat Jati. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meminta dukungan produsen minyak goreng menyukseskan program Minyak Kita. Untuk mendukung hal itu, pihaknya akan memberikan kompensasi kuota ekspor kepada produsen minyak goreng.

"Sebagai kompensasi, akan diberikan kuota ekspor CPO kepada produsen sawit yang mendukung program migor kemasan sederhana ini," kata Zulkifli di Jakarta, dikutip Antara, Senin (27/6).

Dengan dibukanya keran ekspor CPO ini, maka kebutuhan produsen akan CPO akan meningkat. Hal itu diharapkan juga akan memberi dampak meningkatnya penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) dari petani sawit pemerintah.

"Kalau stok CPO di produsen tersalurkan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor, maka Tandan Buah Segar sawit petani akan terserap. Harga juga akan membaik," imbuhnya.

Namun, dia menegaskan kebutuhan dalam negeri tetap jadi yang utama. Ia juga menyebut akan ada skema yang akan mengatur hal tersebut. Dia juga meminta produsen minyak goreng agar membeli sawit dari petani rakyat seharga minimal Rp1.600per kg.

"Jangan sampai kondisi anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) ini membuat petani sawit makin terpuruk," katanya.

Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI), dalam audiensinya dengan Mendag Zulhas menyampaikan dukungan atas rencana Kementerian Perdagangan menyediakan minyak goreng rakyat kemasan sederhana yakni Minyak Kita. Ketua AIMMI Adiwisoko Kasman memastikan pihaknya mendukung penuh program minyak kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 per liter tersebut.

"Rapat kali ini rasanya beda, pak menterinya senyum manis begitu. Jadi ini yang luar biasa, kita juga merasa tenang, tidak ada rasa tegang. Semua yang hadir di sini pulang pun pasti senyum, sehingga sudah pasti kami akan full power, semua akan membantu realisasi minyak goreng kemasan sederhana ini," ujarnya.

Adiwisoko juga menyebut kebijakan yang sedang dilakukan Mendag Zulhas sudah tepat. Hanya saja, dia meminta kepastian bahwa minyak goreng kemasan sederhana dengan harga Rp14.000 per liter ini hanya Minyak Kita.

"Kemasan sederhana ini finalnya ada yang mengatakan tanpa merk, polos. Tapi kita mesti ada satu kepastian bahwa fix hanya satu yaitu Minyak Kita. Saya sangat setuju. Dengan catatan yaitu harus SNI sesuai dengan aturan main. Saya rasa itu bagus sekali," tambahnya.

Menurut Adiwisoko, kepastian ini penting agar tidak membuka kemungkinan pihak tidak bertanggungjawab berlaku curang dan main harga. "Kalau branded kemasan sederhana bisa disalah gunakan. Bisa ada oknum yang naikkan harga, kalau 'Minyak Kita' jelas, yang nakal main naikkan harga bisa ditindak," pungkasnya. [azz]

Baca juga:
DPR Awasi Kebijakan Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi PeduliLindungi dan NIK
Kata Masyarakat soal Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi
Begini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Peduli Lindungi
Mendag: Saya Sudah ke Pasar Satu per Satu, Banyak Minyak Goreng Curah Rp 14.000
Mendag Zulhas Minta Produsen Minyak Beli Sawit Rakyat Rp1.600 per Kg
Pemerintah Sosialisasikan PeduliLindungi untuk Distribusi Minyak Goreng Mulai Senin

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini