Mendag Thomas Lembong akui bisnis industri garam tidak sehat

Senin, 21 September 2015 18:15 Reporter : Saugy Riyandi
Mendag Thomas Lembong akui bisnis industri garam tidak sehat Thomas Lembong. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong mengakui adanya praktik bisnis yang tidak sehat terkait industri garam nasional. Hal ini tercermin dengan adanya permainan kartel yang dilakukan para importir garam.

"Benar, memang kelihatannya ada praktik tidak sehat ditambah sistem kuota yang tidak sehat," ujar Thomas Lembong di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (21/9).

Untuk memberantas praktik tersebut, kata dia, Kementerian Perdagangan bakal membenahi tata niaga garam dengan merubah sistem kuota menjadi sistem tarif.

"Jadi dari sisi Kementerian Perdagangan, kami komitmen untuk merombak tata niaga supaya industri garam tata niaganya sehat. Bebas dari praktik oligopoly yang menciptakan masalah," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan adanya kartel garam impor yang terjadi dalam bisnis garam saat ini. Bahkan, ada tujuh perusahaan yang mempermainkan harga garam saat ini.

Rizal mengatakan timbulnya kartel lantaran adanya pembagian sistem kuota. Sehingga, importir garam seenaknya mempermainkan harga garam. Sistem kuota tersebut sangat menguntungkan para importir garam.

"Kalau gula namanya 7 samurai, saya anggap 7 begal. Demikian juga di garam ada 7, saya sebut 7 begal garam," ujar dia. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini