Mendag Lutfi Proyeksi Kontribusi Ekonomi Digital Capai 18 Persen di 2030

Kamis, 21 Oktober 2021 12:50 Reporter : Sulaeman
Mendag Lutfi Proyeksi Kontribusi Ekonomi Digital Capai 18 Persen di 2030 Mendag Muhammad Lutfi bertemu Ambassador United State Trade Representative (USTR) Katherine Tai. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi memproyeksikan, kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia meningkat pesat pada 2030 mendatang. Yakni mencapai 18 persen.

"Pada tahun 2030 kontribusi ekonomi digital akan mencapai setidaknya 18 persen dari PDB. Sementara pada tahun 2020 lalu ekonomi digital Indonesia berkontribusi 4 persen terhadap PDB kita," ungkapnya dalam acara peluncuran PATRIOT (Program Akselerasi TRansaksI Online pemerinTah) oleh Grab-OVO, Kamis (21/10).

Mendag Lutfi menerangkan, tingginya proyeksi kontribusi ekonomi digital terhadap PDB tersebut tak lepas dari terus meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia. Saat ini, sekitar 197 juta orang penduduk Indonesia telah memiliki akses terhadap internet.

"Dan akan bertumbuh berkembang menjadi 250 juta orang pada tahun 2050," terangnya.

Oleh karena itu, sejak awal tahun 2021 ini, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk memprioritaskan akselerasi dan transformasi digital di sektor perdagangan. Beberapa program sudah berjalan mulai dari membantu para pelaku UMKM untuk on boarding ke platform digital.

"Kemudian, ada program digitalisasi di pasar rakyat. Hingga penataan kebijakan e-commerce yang berkeadilan," tambahnya

Selain itu, Mendag Lutfi juga mendorong keterlibatan aktif dari pihak swasta, termasuk Grab-OVO dalam mempercepat transformasi digital sektor perdagangan Indonesia. Antara lain dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya para UMKM dalam memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi untuk memasarkan produknya

"Karena saat ini aplikasi Grab dan OVO telah menjadi bagian dari keseharian jutaan rakyat Indonesia," beber Mendag Lutfi mengakhiri.

2 dari 2 halaman

Pemerintah Terus Dorong Pengembangan Ekonomi Digital

dorong pengembangan ekonomi digital rev2

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, perluasan akses pasar bagi produk-produk dalam negeri menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Hal ini ditandai dengan program 'Bangga Buatan Indonesia' terus digalakan, sembari meningkatkan daya saing produk lokal dalam kompetisi global.

"Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktivitas masyarakat," kata Jokowi dalam Sidang tahunan Bersama MPR RI - DPR RI - DPD RI, Senin (16/8).

Dia mengatakan, digitalisasi UMKM yang masuk ke aplikasi perdagangan elektronik dan lokapasar jumlahnya terus bertambah. Sampai Agustus tahun ini, sudah lebih dari 14 juta UMKM atau 22 persen dari total UMKM yang sudah bergabung dengan aplikasi perdagangan elektronik.

"Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar dan mempermudah UMKM untuk masuk ke rantai pasok global," kata Jokowi.

Berdasarkan catatannya, pada 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, peningkatan kelas pengusaha UMKM juga menjadi agenda utama bagi pemerintah. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat," jelasnya.

[bim]

Baca juga:
Berdampak Mulia ke Petani, Maudy Ayunda Investasi di Startup Segari
Bisnis Online Naik Pesat Selama Pandemi, Kemenperin Pacu IKM Go Digital
Layanan keuangan Digital Jadi Salah Satu Kunci UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Anak Buah Menko Luhut Optimis Target 30 Juta UMKM Go Digital di 2023 Tercapai
Investor: Indonesia Punya Modal Kuat di Ekonomi Digital Sejak 1928
OJK Beberkan Strategi Dukung Ekonomi Digital Melalui Sektor Keuangan
Pengguna Internet RI 202,6 Juta per Januari, Ekonomi Digital 2030 Tembus USD 315 M

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini