Mendag Enggar Target 12 Perjanjian Perdagangan Internasional Rampung Tahun Ini

Kamis, 10 Januari 2019 15:37 Reporter : Merdeka
Mendag Enggar Target 12 Perjanjian Perdagangan Internasional Rampung Tahun Ini

Merdeka.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menyelesaikan 12 perjanjian perdagangan internasional pada tahun ini. Tunisia dan Maroko dikabarkan akan masuk sebagai negara non-tradisional yang ikut dalam 12 perjanjian perdagangan Kemendag di tahun 2019.

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita mengatakan, beberapa negara non-tradisional yang ikut dalam perjanjian perdagangan itu memang belum berdampak besar terhadap kegiatan ekspor Indonesia. Kendati begitu, menurutnya hal ini dapat menjadi pembuka perdagangan untuk lebih luas lagi.

"Misalnya seperti Mozambik, Tunisia, dan Maroko PTA. Itu kan negara keci tapi jadi pintu masuk bagi negara-negara Afrika dan Eropa karena dia bisa nyeberang saja kesana," tuturnya di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Tak hanya itu, pemerintah juga melirik pasar ekspor di kawasan Asia, yaitu Korea pada tahun ini. Pihaknya menargetkan kerja sama dagang dengan Korea dalam bentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) untuk rampung pada 2019.

"Yang menarik adalah Korea. Jadi pada waktu di Singapura saya ketemu Mendag Korea. Dia tanya kenapa investasi Korea terkesan di nonor duakan? Saya jawab, kalau tidak mau nomor dua, kita kerja sama, buat bisnis forum, satu tahun selesai. Langsung saya lapor Presiden. Targetnya satu tahun selesai," imbuhnya.

Adapun sebagai informasi, Daftar 12 Perjanjian Perdagangan yang akan diselesaikan Kemendag pada tahun 2019 antara lain sebagai berikut;

1.Indonesia-Mozambik PTA
2. Indonesia-Tunisia PTA
3. ASEAN Trade in Services Agreement (ATISA)
4. First Protocol to Amend of ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership Agremeent (Investment and Services)
5. General Review IJEPA
6. IA-CEPA
7. Indonesia-Iran PTA
8. Indonesia-Maroko PTA
9. Indonesia-Turki CEPA
10. Indonesia-Korea CEPA
11. Indonesia-European Union CEPA
12. Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)

"Jadi Indonesia-Turki CEPA kita sudah launch, tetapi kemarin sempat tertunda pada tahun 2015 lalu karena perubahan politik di sana. Kita akan mulai kembali," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini