Mendag Bongkar Hasil Kesepakatan di Pertemuan AEM ke-53, Ini Detailnya

Jumat, 17 September 2021 15:30 Reporter : Merdeka
Mendag Bongkar Hasil Kesepakatan di Pertemuan AEM ke-53, Ini Detailnya Muhammad Lutfi. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi membeberkan beberapa kesepakatan dari hasil pertemuan ASEAN economic ministers (AEM) yang ke-53. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Kinerja Perdagangan Agustus 2021, Jumat (17/9).

Kesepakatan tersebut yaitu, pertama mendorong upaya pemulihan ekonomi di ASEAN sebagai dampak dari pandemi covid-19. Caranya dengan meningkatkan kolaborasi produksi vaksinasi di kawasan, implementasi ASEAN Travel Corridor Arrangement dan pembentukan ASEAN Digital Travel Wallet.

Selanjutnya, membahas permasalahan tingginya biaya logistik di kawasan dan mendorong inisiatif yang bersifat lintas sektoral guna mengatasi permasalahan tersebut. Khususnya sebagai upaya untuk menurunkan trade cost dan memastikan kelancaran distribusi vaksin.

"Seperti kita ketahui bahwa terjadi banyaknya penurunan dan terjadinya hambatan karena kekurangan peti kontainer di manca-negara. Jadi dengan ini kami sudah bisa memberikan breakthrough dan memberikan 5.000 peti kemas untuk per bulannya," ujar Mendag Lutfi.

Kemudian, Pemerintah Indonesia sudah mengadakan kerja sama-kerja sama karena harga cost shipping sangat tinggi. Kerja sama ini diharapkan bisa membantu UMKM dalam mengadakan ekspornya.

Selain itu, dalam pertemuan itu juga menyepakati pembentukan ASEAN Investment facilitation Framework (AIFF) untuk meningkatkan fasilitasi investasi sebagai upaya pemulihan ekonomi di Kawasan ASEAN pasca pandemi covid-19.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Kesepakatan kedua yakni mengintensifkan persiapan implementasi persetujuan regional comprehensive economic partnership (RCEP) yang akan berlaku pada 1 Januari 2022. Indonesia sebagai country coordinator RCEP meyakinkan negara ASEAN lainnya bahwa pelaksanaan implementasi RCEP dari seluruh anggota RCEP dapat membantu pemulihan ekonomi.

"Pertemuan juga sepakat agar sosialisasi kepada para pelaku usaha perlu diintensifkan untuk meningkatkan public awareness. Karena jika tidak dipakai pengusaha, maka perjanjian ini yang dinegosiasikan lebih 11 tahun akan percuma," ujarnya.

Ketiga, meningkatkan kualitas persetujuan ASEAN dengan mitra dialog (upgrading ASEAN + 1 FTAS) yaitu contohnya dengan Australia, New Zealand, dan atau kesepakatan regional yang berada di kawasan Asia.

"Berkomitmen dalam menjadikan perjanjian ASEAN + 1 FTA tetap relevan, semakin trade facilitative, business friendly, dan resilience dan diharapkan dapat diselesaikan dengan jangka waktu yang sudah disepakati dengan mengintensifkan diskusi di level teknis," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Mendag Catat Surplus Agustus 2021 Tertinggi dalam 16 Bulan Terakhir
Peningkatan Impor Beri Sinyal Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Kinerja Ekspor Agustus 2021 Diharapkan Dorong Pemulihan Ekonomi
Simak 4 Tips Ini Jika Ingin Bisnis Anda Tembus Pasar Global
Ada IE-CEPA, Ekspor 8.000 Produk Indonesia ke 4 Negara Eropa Bebas Bea Masuk
Wamendag: Surplus Perdagangan USD 14,42 Miliar Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini