Menaker ingin SDM bisa gantikan SDA

Jumat, 15 September 2017 19:56 Reporter : Haris Kurniawan
Menaker ingin SDM bisa gantikan SDA Menaker Hanif Dhakiri. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menghadiri Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2017 di Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Ia mengajak supaya seluruh pemangku kepentingan di Indonesia mengubah basis pembangunan yang berasal dari sumber daya alam (SDA) ke sumber daya manusia (SDM).

"Saya senang hadir di forum-forum yang membahas soal human capital/human resources atau SDM dan semacamnya karena saya ingin mendorong transformasi pembangunan kita dari SDA ke SDM," kata Hanif, belum lama ini.

ICCN Summit adalah acara tahunan dan sekaligus kesempatan bagi para pengelola pusat karir, pemerhati karir/SDM dan pengelola kewirausahawan dalam lingkup perguruan tinggi, konselor karir profesional, trainer pengembangan SDM, dan para peneliti "trace study" untuk saling berbagi informasi, bersilaturahmi dan bekerja sama.

ICCN Summit 2017 yang dihadiri 230 pengelola pusat karir dari berbagai perguruan tinggi dan pemerhati karir/SDM di Indonesia ini menghadirkan pembicara kunci Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri dan Mr Ryan Ang Kwok Peow dari National University of Singapore (NUS). Sebelumnya acara dibuka secara resmi oleh Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, saat ini konsep pembangunan di Indonesia sudah tidak bisa lagi mengandalkan SDA. Pasalnya, SDA itu sangat terbatas dan jika terus dieksploitasi maka akan merusak lingkungan.

"Kalau kita masih mengandalkan SDA efeknya bukan hanya merusak lingkungan namun juga menciptakan ketidakadilan antar generasi. Sudah saatnya kita bergeser. Jangan seperti pola pikir penjajah yang hanya melihat sesuatu dari SDA-nya, kekayaan alamnya," tutur Menaker Hanif.

"Cuma pertanyaannya bahan baku SDM kita seperti apa? Angkatan kerja kita ada 131 juta orang. 60% nya lulusan SD-SMP sedangkan sisanya lulusan SMA hingga perguruan tinggi," ujar Hanif.

Karenanya, untuk meningkatkan angka itu, perlu dilakukan mutu pelatihan kerja atau vocational training.

"Vocational training ini memiliki empat konsep dasar. Pertama, providernya pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kedua, perusahaan. Di perusahaan wujud pelatihan vokasi adalah keberadaan training center. Freeport, Toyota dan beberapa perusahaan perbankan memiliki training center yang baik," ungkap Hanif. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bogor
  3. Berita Kemnaker
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini