Membandingkan Impor 4 Komoditas di Era Jokowi dan SBY

Selasa, 29 Januari 2019 13:48 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Membandingkan Impor 4 Komoditas di Era Jokowi dan SBY Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih membandingkan kinerja impor dalam 4 komoditas yaitu beras, garam, jagung, dan gula antara pemerintah Presiden Joko Widodo dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY). Dari keempat komoditas tersebut, jumlah impor di masa pemerintahan Jokowi hanya lebih rendah untuk komoditas beras.

"Data impor beras selama Pak SBY total impor sedikit lebih tinggi 6,5 juta ton dalam lima tahun. (Jokowi) 4,7 juta ton dalam empat tahun. Saya tidak tahu apa bertambah lagi. Kalau bertambah lagi bisa remis bisa sama, bisa lebih" kata dia, Selasa (29/1).

Sementara untuk data impor gula, Pemerintahan SBY mengimpor 12,7 juta ton gula sedangkan Presiden Jokowi mengimpor 17,2 juta ton selama 4 tahun. "Selisih lebih banyak pada pemerintah Pak Jokowi 4,5 juta ton peningkatan impor di gula," ungkapnya.

Untuk komoditas jagung, kata dia, jika dilihat maka impor terlihat tidak melonjak pada pemerintah Jokowi. Hal ini karena pada tahun 2015 Pemerintah melakukan substitusi impor jagung dengan gandum.

"Jagung tidak melonjak, tapi harus hati-hati pada 2015, impor jagung disubstitusi dengan gandum. Kalau dari komoditas jagung, seolah-olah tidak terlalu naik itu dilakukan karena kebijakan mengganti jagung dengan impor gandum, yang menurut saya pada dasarnya sama-sama impor. Untuk garam, (Jokowi) masih jauh lebih tinggi," ungkapnya.

"Kalau boleh kita bilang untuk 4 komoditas tadi, posisi 3-1 kalau pertanyaan siapa yang lebih banyak impor," imbuhnya.

Salah satu penyebab tingginya impor pada masa pemerintahan Jokowi, kata dia, diakibatkan adanya data terkait komoditas yang tidak valid. "Ada kendala di awal periode untuk beras Pemerintah optimis mau hentikan impor. Setelah 1 tahun memerintah baru disadari data produksi (beras) kita integritas rendah," tandasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini